Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 02 Jun 2019 15:50 WIB

Kisah Mohamed Salah, Kaya Raya Tak Lupa Kampung Halaman

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Scott Heppell/Reuters Foto: Scott Heppell/Reuters
Jakarta - Liverpool menjadi juara Liga Champions 2018/2019 setelah menundukan Tottenham Hotspur 2-0. Kemenangan tim berjuluk The Reds tak lepas dari peran penyerang andalannya Mohamed Salah.

Salah mencetak gol dari titik putih di menit kedua dan menjadikannya sebagai salah satu gol tercepat.

Bicara mengenai Salah menarik untuk dikulik lebih dalam. Meski sukses, ia tak pernah melupakan kampung halamannya Nagrig, Mesir.

Dalam catatan detikFinance seperti mengutip The Sun (27/5/2018) disebutkan, Salah terlahir dari keluarga yang biasa. Dia anak tertua dari 4 bersaudara. Orang tuanya merupakan pegawai pemerintah.


Meski ia sukses seperti sekarang ini, ia tak lupa dengan kampung halamannya. Buktinya, ia telah menyumbangkan ratusan poundsterling kekayaannya untuk membantu orang-orang di sana.

Salah seorang warga Nagrid bercerita mengenai sifat dermawan Salah. Dia bilang, Salah punya mimpi untuk menjadi orang kaya. Dengan begitu, ia bisa membantu orang-orang di sekitarnya.

"Salah bermimpi jadi orang kaya sehingga bisa membantu orang-orang," kata warga Nagrig, Dr Alaa Al-Ghamrawi.

Penghasilan Salah kala itu mencapai 90.000 poundsterling per minggu atau setara Rp 1,69 miliar (kurs Rp 18.796). Tapi, uang itu tidak ia pakai sendiri.

Pendapatannya itu di antaranya ia gunakan untuk membeli ambulan dan peralatan medis yang membantu orang-orang di tempat tinggalnya setiap hari. Dia juga menyumbangkan kekayaannya untuk sejumlah keluarga dengan nilai 3.500 pound sterling per bulan.

Bukan hanya itu, dia juga membiayai pembangunan pusat pemuda, sekolah anak perempuan hingga pusat medis.

Supaya dana amalnya tidak disalahgunakan, dia membuat yayasan untuk mengelola uangnya. Dewan Pengurus Mohamed Salah Charity Foundation, Maher Sahatiyah mengatakan, meski populer Salah tidak melupakan kampung halamannya.

"Salah adalah orang yang halus, meskipun populer dia tidak pernah melupakan kotanya," ujarnya.


"Dia telah memberikan berbagai bentuk bantuan, yang pertama serangkaian gerai bahan makanan di bawah manajemen pemerintah kota, serta unit ambulans pertama di kota," sambungnya.

Kisah dermawan Salah tidak berhenti di situ, Mantan Bos Zamalek, Mamdouh Abbas menawarkan bonus untuk Salah karena peran vitalnya membawa Mesir ke Piala Dunia 2018. Salah pun menolak bonus itu dan meminta Mamdouh Abbas untuk membelikan alat-alat kesehatan untuk kampung halamannya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com