Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Jun 2019 14:20 WIB

Lebaran Ada Inflasi, Darmin: Harga Cabai-Bawang Putih Masih Tinggi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi inflasi Lebaran tahun ini mencapai 0,6%. Hal ini berdasarkan perhitungan harga komoditas pangan yang masih tinggi.

Menurut Darmin, harga komoditas yang menyumbang inflasi di Lebaran kali ini adalah cabai dan bawang putih. Harga kedua komoditas tersebut telah naik sebelum memasuki perayaan Lebaran.

"Sampai akhir bulan Mei kelihatannya harga cabai, bawang putih itu masih tinggi, harganya tinggi, masih naik. Walaupun tadinya saya harapkan begitu masuk Lebaran mestinya dia sudah panen keluar. Yang justru, yang sudah mulai turun, karena tadinya sempat naik tinggi itu bawang putih," ungkap dia di kediamannya, Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Dari perhitungan itu, Darmin pun menilai inflasi Lebaran tahun ini bisa mencapai 0,6% atau sama dengan tahun lalu. Angka itu dianggap tak tinggi bila di masa Lebaran.

"Saya kemarin bilang tidak terlalu jauh dengan Lebaran-lebaran tahun lalu, 0,5% sampai 0,6% tahun lalu. Tahun ini di kisaran itu, tapi bisa meleset tapi perkiraan saya nggak jauh. Tinggi nggak itu? Dibanding bulan Lebaran itu nggak tinggi, bulan lalu lain tinggi karena biasa di bawah 0,3%," anggap dia.



Sementara itu, ia juga menyoroti soal inflasi tahunan yang diprediksi berada di angka 3,5%. Angka itu tidak mengalami kenaikan walaupun beberapa harga komoditas pangan tinggi saat ini.

Pasalnya, kata Darmin, dampak tingginya harga komoditas saat ini hanya bersifat sementara. Sehingga tidak memengaruhi angka inflasi secara keseluruhan.

"Apakah inflasi tahun ini lebih tinggi karena itu? Tidak mesti karena panen yang namanya cabai, bawang boleh naik tapi bisa turun lagi. Beda dengan beras, kalau dia naik turunnya dikit. Cabai bisa Rp 60 ribu bisa Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu, itu (beras) tidak. Inflasi tahun ini tidak jauh dengan perkiraan sebelumnya di kisaran 3,5% lebih lebih dikit," tutup dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed