Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 06 Jun 2019 18:54 WIB

Jokowi Usul Maskapai Asing Masuk RI, Pengusaha: Bukan untuk Ditakuti

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ketua umum Kadin Rosan Roeslani/Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance Ketua umum Kadin Rosan Roeslani/Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan maskapai asing ikut menggarap bisnis penerbangan di Indonesia. Usulan ini disampaikan agar pemain di sektor transportasi udara lebih banyak sehingga harga tiket pesawat bisa bersaing.

Menanggapi hal tersebut, Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani menyambut baik rencana tersebut.

"Negara manapun bisa, kita tidak memandang maskapai negara mana yang masuk, yang penting semuanya membawa asas manfaat ke kita," kata Rosan di sela-sela acara open house Lebaran di rumahnya, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2019).


Menurut Rosan kehadiran maskapai asing akan membuat pemain di bisnis penerbangan makin banyak sehingga ujungnya nanti harga tiket pesawat bisa bersaing.

"Ada kompetisi yang sehat, bukan hal yang untuk ditakuti. Jadi bisa lebih baik dan efisien," jelas dia.

Rosan menambahkan maskapai asing yang masuk ke Indonesia juga dapat mendorong sektor pariwisata nasional, sehingga menguntungkan ekonomi Indonesia sehingga bisa menambah devisa dan menambal defisit transaksi berjalan.

Sekadar informasi, defisit transaksi berjalan selama kuartal I 2019 sebesar US$ 7 miliar atau sebesar 2,6% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut lebih kecil dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 3,57% terhadap PDB. "Menurut saya, jika perusahaan asing banyak yang masuk, maka banyak yang travelling ke kita dan pariwisata naik sehingga devisa akan bertambah," kata Rosan.


Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa izin perusahaan asing nantinya harus bekerja sama dengan entitas lokal.

Menurut Budi, saran Jokowi untuk memasukkan perusahaan maskapai asing bagus. Sebab, dengan bertambahnya pemain maka industri penerbangan bisa bersaing lebih baik.

Hal ini sesuai dengan teori ekonomi, supply dan demand. Semakin banyak tersedianya pilihan maka semakin beragam harga yang ditawarkan, termasuk tersedianya harga ekonomis.

"Saran presiden untuk maskapai asing, itu saran yang baik karena bukan asingnya, tetapi kompetisinya. Kompetisi itu kalau ada, maka ada keseimbangan baru demand and supply. Harga akan jadi lebih fair. Kalau supply sedikit, demand banyak, harga tinggi," ungkap dia di kediamannya, Jakarta, Rabu (5/6/2019).

(kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed