Cerita Petugas Karantina Pertanian Tetap Kerja saat Lebaran

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Jumat, 07 Jun 2019 17:00 WIB
Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian, Ali Jamil menginstruksikan kepada petugas karantina agar melakukan pengetatan pengawasan, sekaligus mengakselerasi ekspor komoditas pertanian sepanjang libur Lebaran.

Petugas Karantina Pertanian juga diminta untuk melakukan optimalisasi layanan dengan petugas yang tersedia bersamaan dengan pengoptimalan kerja sama dengan instansi terkait yang tergabung dalam posko lebaran di setiap unit kerja.

Berdasarkan instruksi tersebut, Yoga, salah seorang petugas Karantina Pertanian Bandung, memilih setia untuk tetap bekerja, meski sebagian besar masyarakat memilih untuk menghabiskan waktu berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga.


"Ini bagian dari tugas yang harus di tunaikan, kami rela untuk tidak berlebaran di rumah bersama keluarga, agar bisa menunaikan kewajiban menjaga pos layanan" ungkap Yoga dalam keterangan tertulis, Jumat (7/6/2019).

Di tengah hilir mudik sebagian besar masyarakat yang sedang melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman, Yoga tetap bekerja seperti biasa, mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan perkarantinaan selama libur lebaran.

Meski demikian Yoga, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari petugas Karantina yang tetap bekerja guna memenuhi kebutuhan masyarakat atas pelayanan karantina pertanian.

Bekerja di saat Lebaran juga dilakoni oleh salah seorang petugas Karantina Pertanian di Makassar bernama Rian. Sebagai petugas karantina di kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur, Rian mengaku sudah terbiasa untuk tetap bekerja meski di waktu libur.

"Mendapat jaga seperti ini sudah biasa, karena saya tinggal di sekitar Makassar, jadi saya harus rela rekan-rekan saya yang ingin mudik, merayakan lebaran bersama keluarga, setelah lebaran saya juga akan diberi kesempatan cuti," kata Rian.


Selain Yoga dan Rian, ada juga Fendi seorang petugas Karantina Pertanian asal Medan, yang rela bertugas di hari dan libur Lebaran, demi mendahulukan rekan-rekannya yang muslim untuk menikmati Hari Idul Fitri bersama keluarga.

"Pembuatan jadwal jaga disesuaikan dengan pegawai yang tidak merayakan lebaran (non-muslim), namun karena libur biasanya terjadi peningkatan lalulintas media pembawa wajib periksa, pasti ada saja kekurangan pegawai jaga, sehingga harus dilengkapi dengan pegawai lainnya yang beragama Islam," ungkap Fendi.

Selain memberi pelayanan melalui pos karantina pertanian di titik titik strategis, Fendi mengatakan, masyarakat juga dapat memantau layanan Karantina Pertanian melalui laman twitter Barantan.

"Layanan kami dapat juga dipantau melalui laman twitter resmi Barantan, ini membuat kami terapresiasi dan tambah semangat" tutup Fendi. (prf/hns)