Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Jun 2019 11:08 WIB

Maskapai Asing Diusulkan Masuk RI, Bagaimana Nasib Garuda?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel) Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan agar memberikan peluang bagi maskapai asing untuk masuk ke dalam negeri. Tujuannya untuk meningkatkan persaingan sehingga berdampak pada penurunan harga tiket.

Jika usulan itu terealisasikan, bagaimana dampaknya terhadap maskapai terutama yang sahamnya mejeng di pasar modal?

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama menilai dampak utamanya tentu akan membuat kompetisi di industri maskapai semakin ketat. Namun menurutnya bagi maskapai yang sudah memiliki pasar yang luas dampaknya tidak akan terasa.

"Bagi Garuda Indonesia dari sisi pasar sudah termasuk mumpuni. Saya pikir tidak akan jadi masalah," ujarnya kepada detikFinance, Senin (10/6/2018).

Menurut Nafan, Garuda Indonesia terlepas dari berbagai isu yang menyelimuti belakangan ini, memiliki pasar yang khusus di Indonesia. Banyak penumpang yang cenderung memilih Garuda Indonesia dengan alasan tertentu terutama dari aspek kenyamanan dan keamanan.


"Bahkan Garuda masih optimis. Seperti tahun lalu KSO dengan Sriwijaya Group yang diharapkan bisa meningkatkan kinerja," ujarnya.

Dengan market yang sudah terbentuk, menurut Nafan, Garuda Indonesia tak perlu khawatir dengan wacana itu. Justru yang perlu melakukan antisipasi adalah maskapai swasta.

"Maskapai selain Garuda harus ekstra. Kalau maskapai domestik masih bisa berbenah dengan meningkatkan layanan. Saya pikir kompetisi ini masih memberikan impact yang meningkat pula," ujarnya.

Sedangkan masalah keuangan, maskapai di Indonesia saat ini dihadapkan dengan kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif batas atas (TBA) hingga 16%. Namun menurut Nafan, maskapai harusnya masih bisa mendulang untung dari bagasi berbayar.

"Ya selama bagasi berbayar belum dilarang saya pikir masih bisa ambil untung dari situ," ujarnya.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com