Revisi Aturan Tarif Ojol Masih Dikaji, Driver Siap Demo Kalau Turun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 11 Jun 2019 14:50 WIB
Foto: Amir Baihaqi
Jakarta - Kementerian Perhubungan tengah membahas revisi aturan terkait tarif ojek online. Revisi dilakukan sebagai hasil evaluasi setelah Kemenhub melakukan survey penerapan tarif ojek online yang baru.

Pihak Kemenhub menyebut, kemungkinan besar tarif bakal turun. Penurunan tarif khususnya dilakukan untuk jarak pendek yakni 4 km pertama. Sebagaimana diketahui, tarif 4 km di Jabodetabek sebesar Rp 8.000-Rp 10.000. Selain jarak pendek, tarif per km juga bakal diturunkan, namun penurunannya relatif kecil.

Menanggapi wacana penurunan tarif, perwakilan driver Ketua Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) Igun Wicaksono menyatakan menolak rencana penurunan tersebut. Igun bilang, jika tarif diturunkan maka driver siap menggelar aksi.

"Bisa terjadi turun aksi, atau apapun. Tidak ada penurunan tarif kembali dalam bentuk apapun," katanya kepada detikFinance, Selasa (11/6/2019).


Igun melanjutkan, tarif yang berlaku saat ini saja masih di bawah usulan driver. Untuk Jabodetabek, driver menerima tarif bersih (nett) Rp 2.000/km. Idealnya, kata dia, yang mesti diterima Rp 2.400/km.

"Masih ada selisih Rp 400 yang kita berharap bisa disesuaikan angka ideal secara bertahap. Malah akan diturunkan, ini yang tidak setuju," ujarnya.

Lebih lanjut, Igun menyebut, rencana penurunan tarif ini berkaitan dengan pelarangan diskon. Dia bilang, jika diskon dihapus, maka akan berpengaruh pada minat penumpang. Untuk mempertahankan penumpang maka tarif diturunkan.

"Karena pasti alasan dari perusahaan aplikasi maupun pihak stakeholder akan beralasan kalau promo nggak ada, penumpang pada lari, yang akan dikorbankan tarif, yang akan diturunkan kembali," ujarnya.

"Kita melihat akan dampak hilangnya promo ini diturunkannya tarifnya. Untuk menjaga bisnis alasannya, untuk menjaga penumpang. Penumpang dijaga tapi driver nggak dijaga," tambahnya.

Menurut Igun, penurunan tarif ini akan menimbulkan gejolak di lapangan. Dia bilang, gejolak ini akan merugikan banyak pihak.

"Ini akan merugikan semua pihak termasuk Kemenhub sendiri, kalau ada aksi masa memprotes. Itu yang kita tidak diinginkan," paparnya.

Sebelumnya, Kemenhub menyatakan akan menurunkan tarif ojol usai melakukan survei. Meski, hingga saat ini pemerintah belum menyebut besarannya.

Penurunan terutama untuk jarak pendek. Sementara, untuk per km juga turun tapi relatif sedikit.

"Kemarin ada 3 skema, sesuai, diturunkan atau dinaikkan. Dari hasil survei ada yang sesuai, ada yang mau diturunkan, ada yang terlampau besar. Terutama flag fall, yang jarak pendek itu terlampau besar, jadi mau kita turunkan. Iya flag fall yang 4 km," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi di Kemenhub Jakarta kemarin (10/6/2019).


Cek Tarif Ojek Online Terbaru di Sini!:

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)