Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Jun 2019 12:28 WIB

Rp 4.528 Triliun yang Bikin Sri Mulyani Disebut Ratu Utang

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Andhika Akbarayansyah Foto: Andhika Akbarayansyah
FOKUS BERITA Menteri Pencetak Utang
Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah berjumlah Rp 4.528,45 triliun per April 2019. Angka tersebut menjadi yang paling terakhir dirilis oleh pemerintah.

Dikutip dari data APBN KiTA, Rabu (12/6/2019). Jika dilihat dalam kurun waktu setahun total utang pemerintah pusat sudah bertambah Rp 347,84 triliun. Pada April 2018 posisi utang pemerintah sebesar Rp 4.180,61 triliun.

Namun, jika dibandingkan bulan sebelumnya mengalami penurunan sebesar Rp 38,6 triliun. Sebab, di Maret 2019 total utang pemerintah sebesar Rp 4.567,31 triliun.


Komposisi utang pemerintah yang mencapai Rp 4.528,45 triliun ini terdiri dari pinjaman sebesar Rp 780,71 triliun dan surat berharga negara Rp 3.747,74 triliun.

Jika dirinci, besaran utang dari pinjaman sebesar Rp 780,71 triliun, terdiri dari pinjaman luar negeri Rp 773,98 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp 6,73 triliun.

Kemudian untuk besaran utang dari surat berharga negara (SBN) Rp 3.747 triliun rinciannya SBN denominasi rupiah Rp 2.735,78 triliun dan denominasi valas Rp 1.011,96 triiun.


Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 29,65% atau masih dalam batas aman. Jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya utang pemerintah turun Rp 38,86 triliun. Pada Maret 2019 posisi utang pemerintah di Maret 2019 sebesar Rp 4.567,31 triliun.

Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa rasio utang pemerintah sampai April 2019 masih aman. Sebab, besaran utang pemerintah memiliki batasan aman atau tidaknya diatur dalam UU nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Pada Pasal 12 ayat 3 menyebutkan defisit anggaran dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan jumlah pinjaman dibatasi maksimal 60% dari PDB.


Dituding Jadi Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani: Itu Ngeledek:

[Gambas:Video 20detik]

(hek/ara)
FOKUS BERITA Menteri Pencetak Utang
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com