Harga Sayur Mayur Mulai Stabil
Senin, 10 Okt 2005 15:26 WIB
Jakarta - Setelah sempat 'menggila' harganya pada awal-awal puasa, kini harga sayur mayur terutama cabai mulai stabil. Sementara pasokan yang semula seret kini sudah normal kembali.Stabilnya harga sayur-mayur disampaikan oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (10/10/2005). Mentan didampingi oleh Kepala Badan Ketahan Pangan (BKP) Deptan Kaman Nainggolan, beberapa staf BKP dan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) dan Asisten Operasi Pasar Induk Minto.Berdasarkan penuturan pedagang ke Mentan, harga cabai merah kini sudah turun menjadi Rp 17.000/kg setelah sempat melonjak hingga Rp 25.000/kg. Sementara harga cabai rawit menjadi Rp 8.000-8.500/kg. "Ongkos transportasi naik pak, lebih dari 30 persen. Sebelum kenaikan BBM, ongkos satu truk tronton Rp 3,5 juta. Sekarang Rp 4,5 juta," tutur seorang pedagang kepada Mentan.Menurut Minto, Asisten Operasi Pasar Induk, fluktuasi harga cukup tajam terjadi pekan lalu, dan puncaknya pada tanggal 6 Oktober. "Waktu itu harga cabe merah bisa mencapai Rp 20-22 ribu per kg, cabe rawit Rp 9.000 per kg," ujar MintoLonjakan harga tersebut, lanjut Minto, terjadi karena terlambatnya pasokan. "Hari-hari pertama puasa, para petani lebih banyak libur. Pada saat yang sama, kenaikan tarif angkutan belum disepakati. Selain itu, ada pengalihan pasokan ke luar Jawa, khususnya Batam, Bangka Belitung, Padang dan Aceh," urai Minto.Sementara Mentan menambahkan, produksi sayur mayur yang kebanyakan di Jawa sebagian beralih untuk memasok pasar di Batam, Riau, Bangka, Padang, Medan, dan Aceh. Akibatnya, pasokan di Pasar Induk berkurang. Rata-rata, cabai yang masuk pasar induk dalam keadaan normal adalah 200-220 ton per hari. Namun pada pekan pertama bulan Ramadan, pasokan rata-rata sekitar 180, atau kurang sekitar 20-40 ton per hari."Masalah pasokan yang kurang seimbang antar daerah bisa menimbulkan spekulasi di tingkat pedagang. Inilah yang membuat harga-harga melambung," ujar Mentan. Sementara pengaruh kenaikan BBM terhadap harga sayur-mayur, dari hasil perhitungan sementara, umumnya sekitar Rp 350/kg. Untuk mengatasi soal fluktuasi harga, Mentan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Departemen Perdagangan dan Departemen Perhubungan. "Kalau sudah masuk pasar, kendalinya sudah di luar Deptan. Itu terkait dengan Depdag dan Dephub," tegas Mentan.Kecenderungan stabilnya harga cabe dan bawang, menurut Kepala BKP Kaman Nainggolan, juga terjadi di daerah lain. "Kemarin-kemarin harga di beberapa daerah memang sempat melambung. Dalam satu hari harga bisa berubah tiga kali. Tapi, sekarang sudah mulai stabil," ujar Kaman.
(qom/)











































