Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Jun 2019 11:15 WIB

Pemerintah Bidik Milenial Jadi Petani

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Antara Foto Foto: Antara Foto
Jakarta - Penyediaan bahan pangan selalu menjadi isu yang menarik bagi berbagai pihak. Lantaran tak ada satupun makhluk hidup di muka bumi, yang dapat dipisahkan dari kebutuhan akan pangan.

Itu sebabnya program dan inovasi yang dilakukan pemerintah dalam hal pemenuhan pangan, juga senantiasa mendapat perhatian dari banyak kalangan. Salah satunya upaya pemerintah melibatkan lebih luas lagi generasi milenial dalam pembangunan pertanian dengan meluncurkan Program Satu Juta Petani.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan gerakan ini merupakan langkah pemerintah untuk mendongkrak produksi komoditas pertanian yang berorientasi ekspor.

"Petani milenial yang sudah bergabung kurang lebih 400 ribu orang. Kami targetkan 1 juta orang tahun ini. Kami mendorong pemuda-pemuda tani untuk turun ke sektor pertanian karena kita sudah bertransformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern," kata Amran dalam paparannya, Senin (17/6/2019).


Mentan berharap dengan teknologi generasi milenial mau bercocok tanam, peduli dengan nasib petani dan siap meningkatkan produksi pangan Indonesia.

Hal ini mendapat perhatian positif dari berbagai kalangan. Menurut Ketua Bidang Pertanian dan Kelautan Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Zaenal Arif, langkah tersebut sangat relevan untuk diterapkan mengingat gencarnya transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.

"HMI mendukung terobosan (program) Satu Juta Petani Milenial yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan). Memang selama ini PR (Pekerjaan Rumah-Red) kita kan hanya soal SDM (sumber daya manusia) saja yang sangat rendah. Artinya akses keinginan untuk memanfaatkan teknologi itu kurang. Makanya perlu anak-anak muda untuk mendobraknya," ujar Zaenal.

Zaenal mengatakan, untuk membangkitkan semangat ini, sebaiknya pemerintah mengintensifkan komunikasi dialog dan diskusi publik dengan kelompok komunitas pertanian atau menerobos pintu-pintu kampus.

"Menurut saya pemerintah harus lebih merangkul komunitas pertanian dan memanfaatkan teman-teman muda yang memiliki kemampuan di bidang pertanian. Karena melalui komunitas, kita bisa menerapkan sisi perjuangan. Makanya harus anak muda yang masuk, jangan yang tua," katanya.

Di samping itu, Zaenal mengapresiasi berbagai konsep dan terobosan Mentan Amran yang mampu meningkatnya produksi pertanian dan menurunkan inflasi sesuai angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).


Ia berharap, pencapaian ini benar-benar membawa Indonesia mencapai swasembada serta menjadi lumbung pangan dunia.

"Pandangan saya terhadap pertanian sekarang sudah ada peningkatan, karena banyak terobosan yang dilakukan Kementerian Pertanian. Walaupun untuk menyelesaikan masalah belum sepenuhnya terselesaikan," katanya.

HMI sendiri, dijelaskan Zaenal memiliki 218 cabang di seluruh Indonesia. Dua di antaranya ada di luar negeri. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk badan peneliti yang mempelajari program pertanian baik dari sisi teknis maupun ekonomis.

"Kita (HMI) memang sedang fokus ke sana. Kita akan mempelajari semua program pertanian dari semua sisi, termasuk sisi ekonominya," katanya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com