Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Jun 2019 14:45 WIB

Kementan Siapkan Antisipasi Kekeringan Lahan di Bekasi

Nurcholis Ma - detikFinance
Foto: Dok Kementan Foto: Dok Kementan
Jakarta - Tim Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan Jawa Barat melakukan beberapa upaya untuk memastikan distribusi air tetap merata dan bisa dinikmati oleh para petani dalam menghadapi siklus rutin kekeringan.

Tim Upsus ini terdiri dari Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, Babinsa TNI AD, dan para petani. Tim Upsus melihat perlunya upaya dalam menghadapi potensi terjadinya kekeringan terhadap lahan pertanian produktif, salah satunya yang berada di Desa Karang Setia, Kabupaten Bekasi.

Ketua Tim Penanggung Jawab Upsus Ali Jamil, mengatakan bahwa agar tidak sampai menyebabkan gagal panen, beberapa langkah antisipasi perlu dilakukan.


"Ini siklus tahunan dan akan kita tanggulangi bersama. Jangan sampai petani terkendala dalam berproduksi, karena selain berpengaruh buat pendapatan petani, juga berpengaruh terhadap pasokan beras nasional," ucap Jamil dalam keterangannya Senin (17/6/2019).

Menurut Jamil, kekeringan disebabkan karena hujan tak kurun turun sedangkan pasokan air dari irigasi berkurang. Ia dan tim Upsus juga tengah melakukan peninjauan, salah satunya sawah seluas 100 ha yang telah siap tanam dan sedang diolah milik H Noya di Desa Karang Setian, Kabupaten Bekasi.

Jamil menuturkan bahwa saat ini luas lahan baku di Kabupaten Bekasi sebesar 49.382 ha dan standing crop tiga bulan terakhir sekitar 28.231 ha. Potensi lahan yang tersedia di bulan Juni adalah sekitar 20.151 ha.

"Bulan Juni diharapkan minimal 15000 ha dengan sisa lahan yang tidak tersedia airnya. Kami mendorong petani dibantu oleh Babinsa dan dinas terkait melakukan percepatan tanam di musim tanam gadu," ucap Jamil.

Ia mengatakan bahwa musim tanam gadu dimulai pada April sampai Juni dan musim tanam di masa kemarau harus disertai sistem pengairan atau irigasi yang bagus.

"Kurangnya suplai air pada musim tanam gadu yang menjadi kendala agar dikoordinasi dengan pihak PJT dan juga berdayakan pompa Alsintan," tutur Jamil.


Jamil juga menjelaskan area yang kekurangan Alsintan berupa mesin perontok agar dapat segera mengajukan permohonan ke Distankab. Sementara untuk normalisasi saluran irigasi akibat pendangkalan, khususnya di Desa Karang Setia, akan digunakan beko Brigade Alsintan dimana operasionalnya menggunakan dana ADD Karang Setia.

Jamil juga mengatakan akan berkoordinasi dengan Bulog terkait antisipasi harga gabah dan beras yang rendah saat musim panen. "Serapan Bulog akan menanggulangi permasalahan ini karena hal ini telah diatur pemerintah. Jadi kita hadapi bersama siklus tahunan ini dan selamat bertanam," pungkas Jamil. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com