Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Jun 2019 22:30 WIB

93 Armada Bus akan Layani Rute Bandara Kertajati

Mukhlis Dinillah - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Bandung - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Hery Antasari menyatakan sudah menerbitkan izin trayek untuk 12 perusahaan otobus (PO) yang akan melayani rute ke Bandara Kertajati. Ia memastikan dalam waktu dekat semua sudah mulai beroperasi.

Ia mengatakan pembukaan trayek tersebut untuk menunjang layanan transportasi dari berbagai wilayah menuju Bandara Kertajati di Majalengka, Jabar. Mengingat, mulai 1 Juli, 13 rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara pindah ke Kertajati.

Menurutnya saat ini ada 93 armada yang disiagakan 12 PO untuk melayani trayek tersebut. Nantinya, armada bus tersebut melayani rute dari sembilan kota dan kabupaten menuju Bandara Kertajati.

Trayek yang dilayani di antaranya Bandung, Karawang, Bekasi, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Indramayu, hingga Tasikmalaya.

"Dari total 93 armada, 34 armada bus di antaranya akan melayani penumpang pesawat dari kawasan Bandung Raya," kata Hery di kantor Dishub Jabar, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Selasa (18/6/2019).

Dia menuturkan setiap perusahaan mematok besaran tarif berbeda-beda. Meski begitu, besaran tarif tersebut berada di kisaran Rp 30.000 untuk jarak terdekat dan Rp 130.000 untuk jarak terjauhnya.

"Untuk tarif beda-beda sesuai dengan jarak dan fasilitas yang diberikan. Tapi yang termurah itu dari Majalengka Rp 30.000 dan yang terjauh dari Tasikmalaya Rp 130.000," ungkap dia.


Khusus angkutan penumpang pesawat dari kawasan Bandung Raya, kata Hery, akan ada potongan harga dari Damri, bahkan tarif gratis. Pihaknya juga mendorong PO lain nantinya memberikan potongan tarif juga.

"Untuk (bus) Damri, akan ada diskon tarif, bahkan promosi tarif gratis," imbuh dia.

Hery menegaskan segan-segan mencabut izin trayek PO kalau tidak melayani beroperasi saat waktu yang ditentukan. Pihaknya akan mengumpulkan seluruh PO dalam waktu dekat untuk mengingatkan hal tersebut.

"Harus standby melayani (penumpang) ke Bandara Kertajati, nggak perlu nunggu ramai. Kalau nggak, nanti (izin operasional) saya cabut," tegasnya.

Ia berharap ketersediaan armada-armada tersebut bisa mengurangi ketidaknyamanan sebagian masyarakat yang menganggap aksesibilitas Bandara Kertajati belum siap, pelan-pelan akan hilang.

"Memang ada ketidanyamanan dari sebagian pengguna, tapi ketidaknyamanan itu kita pahami dalam jangka pendek. Terlebih, kita juga berikan kompensasi lewat insentif hingga diskon (tarif angkutan)," ujar Hery.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com