Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Jun 2019 19:47 WIB

Sri Mulyani Bicara Peran BI Bikin PNBP Capai Rp 158 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan
Jakarta - Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp 158,4 triliun hingga Mei 2019. Angka ini sebesar 41,88% dari target APBN 2019 Rp 378,29 triliun atau mengalami kenaikan 8,61% year on year (yoy).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai capaian PNBP kali ini tidak bisa ditafsirkan sebagai capaian yang positif dari sumber-sumber yang ada.

"Kenaikan ini tidak bisa kita interpretasikan sebagai sesuatu yang positif dari sumber-sumber tradisional ada, yaitu sumber daya alam atau BLU," katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).


Dia mengatakan, capaian tersebut tertolong karena adanya kontribusi dari Bank Indonesia (BI). Dengan andil BI, PNBP bisa tumbuh.

"Untuk kenaikan tinggi bulan Mei disebabkan karena adanya pembayaran PNBP yang berasal dari Bank Indonesia yaitu pendapatan surplus Bank Indonesia. Masuk kategori pendapatan dari kekayaan yang dipisahkan," jelasnya.


Sri Mulyani menyebut, tanpa kontribusi BI maka pertumbuhan PNBP sebetulnya datar atau flat. Pasalnya, harga minyak maupun batu bara masih tertekan.

"PNBP tanpa adanya dari BI sebetulnya masih flat, dilihat dari rata-rata ICP, batu bara masih mengalami tekanan," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed