Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 23 Jun 2019 15:51 WIB

Ekspor Dan Impor Loyo Penyebab Penerimaan Pajak Seret

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Penerimaan pajak sampai akhir Mei 2019 dianggap seret lantaran pertumbuhannya jauh melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai melambatnya pertumbuhan penerimaan pajak karena loyonya kinerja ekspor dan impor tanah air.

"Kami mencermati adanya perlambatan ekonomi, sekurang-kurangnya laju ekspor yang lebih rendah dan turunnya impor yang memukul penerimaan pajak," kata Prastowo saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Minggu (23/6/2019).



Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor pada April 2019 sebesar US$ 12,6 miliar. Angka ini turun 10,80% dibanding Maret 2019 (month to month), sedangkan secara tahunan (year on year/yoy) turun lebih dalam yaitu 13,10%.

Sedangkan impornya, pada April mencapai US$ 15,10 miliar atau turun dari April 2018 yang mencapai US$ 16,16 miliar.

Prastowo melanjutkan, penyebab lainnya yang membuat penerimaan pajak Indonesia melambat adalah rendahnya harga komoditas.

"Di samping itu, harga komoditas yang lebih rendah dibanding tahun lalu juga berpengaruh pada penerimaan pajak tahun 2019 ini," ungkap dia.



Dapat diketahui, penerimaan pajak hingga akhir Mei 2019 tercatat sebesar Rp 496,6 triliun atau 31,48% dari target Rp 1.577,5 triliun. (hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com