Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Jun 2019 13:00 WIB

Garuda Tak Mau Terbang di Langit Iran

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel) Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel)
Jakarta - Pekan lalu, Iran menjatuhkan pesawat drone milik Amerika Serikat (AS) dan membuat hubungan kedua negara menjadi tegang. Akibatnya sejumlah maskapai membatasi penerbangan yang melalui rute tersebut.

Termasuk maskapai nasional, Garuda Indonesia, VP Corcom Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan saat ini penerbangan Garuda tidak melalui wilayah tersebut. Hal ini dilakukan demi keamanan maskapai dan penumpang.

"Kita tidak terbang melalui wilayah itu untuk masalah keamanan. Karena perkembangan di wilayah itu kurang kondusif saat ini," kata Rosan saat dihubungi detikFinance, Senin (25/6/2019).

Dia menambahkan biasanya memang penerbangan ke Eropa, seperti Amsterdam dan London akan melewati wilayah tersebut. Rosan menjelaskan, hal ini dilakukan hingga situasi benar-benar aman.


"Sampai situasinya sudah kondusif," jelas dia.

Sebelumnya Federal Aviation Administration (FAA) melarang maskapai AS untuk terbang di wilayah Teluk Oman dan Teluk Persia. Mengutip CNN Business, United Airlines membatalkan penerbangan ke India dan Newark hingga 1 September 2019.

Selain itu, Qantas, British Airways, KLM dan Luthfansa juga mengambil langkah serupa. Mereka mengubah rute menuju Dubai, Doha dan Abu Dhabi.


Tak hanya maskapai barat, maskapai internasional Timur Tengah seperti Emirates, Etihad, dan Qatar Airways juga akan menghindari kawasan-kawasan yang berpotensi konflik. Emirates menyatakan antisipasinya tersebut pada Jumat, (21/6/2019).

Kemudian, Etihad menyatakan bahwa hal ini menjadi keputusan penting demi keselamatan penumpang maupun maskapai. Sejumlah penerbangan dari dan menuju Teluk Arab akan dibatasi. Tak hanya Teluk Persia dan Teluk Oman, maskapai internasional juga telah menghindari jalur penerbangan yang melalui Suriah dalam beberapa tahun terakhir ini. Yaman juga telah menjadi wilayah terlarang untuk maskapai sejak 2015. Tak lupa juga wilayah Sinai Utara, Mesir yang menjadi kawasan perang gerilyawan islam.



Garuda Tak Mau Terbang di Langit Iran
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com