Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Jun 2019 16:30 WIB

Jokowi Terima Pejabat Bank Dunia di Istana, Ini yang Dibahas

Ray Jordan - detikFinance
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Istimewa Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Istimewa
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Perwakilan Bank Dunia di Istana Negara, Selasa (25/6/2019). Bank Dunia melaporkan program-program yang dijalani di Indonesia serta memberi masukan untuk ekonomi dalam lima tahun ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rodrigo A Chaves mengatakan dirinya melaporkan program kerja Bank Dunia di Indonesia selama setahun terakhir. Contohnya soal pinjaman yang diberikan Bank Dunia.

"Kita hanya mengulas pinjaman-pinjaman yang sudah diberikan selama satu tahun terakhir. Kami hanya melaporkan apa yang telah kita lakukan selama tahun fiskal kemarin, pinjaman yang kita kucurkan," kata Rodrigo usai pertemuan.

Rodrigo juga berbicara mengenai situasi ekonomi Indonesia saat ini di tengah terjadinya perang dagang. Dia bilang pemerintah mesti jeli melihat kondisi perekonomian global.

"Kami rasa pemerintah perlu memperhatikan dengan seksama apa yang sedang terjadi di ekonomi global saat ini. Ada awan hitam yang menggelantung karena perang dagang. Semoga saja negosiasi antara dua negara kuat segera terjadi agar dampak perang dagang tak berdampak semakin buruk untuk semua pihak," katanya.


Sementara itu Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, mengatakan pihak Bank Dunia memberi masukan ke pemerintah terkait ekonomi dalam lima tahun ke depan. Masukan tersebut, kata Bambang, akan dijadikan bahan dalam Rencana Panjang Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Targetnya tentunya pada tahun 2030, Indonesia sudah bisa lebih memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya. Tadi ada beberapa poin penting, pertama adalah harus ada penekanan mengenai pembangunan sumber daya manusia, khususnya dengan fokus di bidang pendidikan baik pendidikan dasar maupun pendidikan vokasi," kata Bambang.

"Kedua adalah membangun infrastruktur. Karena ternyata infrastruktur kita secara nilai infrastruktur per kapita jauh tertinggal dibanding negara-negara yang tergolong emerging market. Jadi Indonesia dibanding negara berkembang lain masih perlu membangun infrastruktur, terutama yang terkait dengan konektivitas dan infrastruktur dasar, seperti air bersih, sanitasi maupun listrik," sambungnya.

Kemudian saran ketiga, kata Bambang, adalah untuk menjaga keseimbangan sumber daya alam. Sumber daya alam harus bisa dimanfaatkan tapi saat yang sama juga harus bisa menjaga kesinambungannya dari sisi sustainability. Pemerintah juga disarankan agar bisa terus meningkatkan penerimaan pajak.

Yang kelima, tambah Bambang, Bank Dunia menyarankan agar Indonesia perlu mendorong investasi yang lebih berorientasi kepada ekspor.

"Kemudian investasi yang bisa mendorong Indonesia masuk ke dalam rantai perdagangan global. Dan satu lagi Indonesia harus lebih aktif meningkatkan foreign direct investment. Karena ternyata FDI kita kalah jauh dibandingkan Vietnam misalkan untuk negara sesama Asia Tenggara," jelasnya.



Jokowi Terima Pejabat Bank Dunia di Istana, Ini yang Dibahas
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed