Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Jun 2019 16:10 WIB

Jurus Kementan Pulihkan Anjloknya Harga Ayam

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
FOKUS BERITA Harga Ayam Anjlok
Jakarta - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melakukan rapat koordinasi untuk mengurai permasalahan harga live bird fram gate (LB) yang masih di bawah harga acuan.

Menurut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani bahwa berdasarkan pantauan petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) hari Selasa 25 Juni 2019 kemarin, harga rataan per kg LB di Nasional adalah Rp 20.216, sementara harga rataan di Pulau Jawa ada dikisaran Rp 11.327, dan harga LB di Jateng dan Jatim hanya dikisaran Rp 8.845 dan Rp 10.736.

"Sementara harga per kg daging ayam di tingkat konsumen di Jawa mencapai rataan Rp 30.808, dan di Jateng dan Jatim sendiri berkisar di harga Rp 29.600 dan Rp 25.200, bahkan berdasarkan data dari Info Pangan pada pantauan pasar di DKI Jakarta harga pada beberapa pasar pantauan Rp 40.000," kata Fina dalam keterangan tertulis, Rabu (26/6/2019).


Jatuhnya harga ayam ras pedaging di Pulau Jawa, diperkirakan karena tidak semuanya produksi daging ayam ras terserap di pasar tradisional. Hal ini kemungkinan terjadi karena peternak memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan pasca-Idul Fitri, ternyata kondisi demikian tidak terjadi sehingga produk menjadi melimpah.

Di samping itu perilaku penjualan daging ayam ras broiler dari hampir seluruh pelaku usaha ayam ras broiler masih bermuara di pasar tradisional dalam bentuk hot karkas dan LB sehingga rentan terhadap kelebihan pasokan dan permainan oleh pihak tertentu yang mengakibatkan disparitas harga yg besar antara produsen dan konsumen.

Oleh karena itu, pemerintah mewajibkan pelaku usaha yang memiliki LB lebih dari 300.000 per minggu memiliki Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan Cold Storage untuk menampung karkas dari RPHU.


Sesuai hasil dari beberapa pertemuan perunggasan sebelumnya serta sesuai dengan surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendagri tanggal 17 Juni 2019, para peternak (integrator, peternak mandiri, dan peternak UMKM) melakukan pembagian LB/karkas secara gratis kepada masyarakat khususnya masyarakat miskin dengan menggunakan dana CSR masing-masing. Pembagian ayam ini dilakukan di beberapa tempat yaitu di Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita menegaskan bahwa upaya-upaya untuk membantu peternak dalam memulihkan harga LB terus dilakukan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Hal lanjutan yang akan dilakukan oleh Kementan, kata Ketut, memastikan pelaksanaan afkir Parent Stock (PS) ayam ras broiler yang berumur di atas 68 minggu oleh seluruh pembibit PS ayam ras broiler selama 2 minggu dimulai tanggal 26 Juni sampai 9 Juli 2019 diikuti Pakta Integritas antara pemerintah dengan perusahaan pembibit PS ayam ras broiler tersebut.

"Evaluasi pelaksanaan kegiatan afkir akan dilaksanakan satu minggu setelah tenggat waktu, dan apabila harga LB masih belum sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan dalam Permendag Nomor 96 Tahun 2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Penjualan di Konsumen, maka akan dilakukan afkir PS ayam ras broiler berumur 60 minggu disertai evaluasi berkala sampai harga LB stabil sesuai acuan," imbuhnya.

Ketut juga memerintahkan agar pelaku usaha perunggasan yang telah memenuhi ketentuan Pasal 12 Ayat (1) Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, untuk meningkatkan kapasitas pemotongan di RPHU sampai 30% dari jumlah produksi LB internal.

"Kita juga akan segera mengeluarkan rencana aksi bersama penanganan ayam ras broiler secara menyeluruh hingga pascapanen yang melibatkan semua pihak terkait. Kita harapkan langkah-langkah strategis tersebut dapat segera mengembalikan harga LB sesuai dengan harga acuan Kemendag," tutupnya

Sebelumnya bersama dengan Tim Analisa, Tim Asistensi, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ketua GOPAN, Sekjen GPPU, Perwakilan GPPU, Ketua PINSAR Indonesia, dan Perwakilan Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) kementan juga pernah melakukan pertemuan tersebut.

Menurut Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono pertemuan serupa telah dilakukan secara marathon dari tanggal 13 hingga 24 Juni 2019, untuk mengatasi dan mengevaluasi permasalahan harga ayam di pasaran.

"Ini sebagai bukti upaya serius Kementan dalam membantu peternak mencari solusi bersama dalam menghadapi harga LB yang masih rendah di beberapa tempat, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujarnya.

Simak Video " Petisi Ragunan, Kementan Cabut Gugatan ke Yeka Hendra Fatika "
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)
FOKUS BERITA Harga Ayam Anjlok
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed