Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Jul 2019 19:20 WIB

95% Bahan Baku Obat di RI Masih Impor

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Tidak seimbangnya antara impor dan ekspor menjadi salah satu beban dalam neraca dagang Indonesia. Beberapa industri masih banyak bergantung bahan baku dari luar, termasuk industri farmasi.

Ketergantungan industri farmasi terhadap impor ternyata masih sangat besar. Dari seluruh obat yang diproduksi di Indonesia 95% bahan bakunya berasal dari luar negeri.

"Bahwa memang saat ini bahan baku masih impor 95%," kata Direktur Produksi dan Distribusi Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agusdini Banun Saptaningsih di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Namun Agusdini menekankan bahwa pemerintah sudah melakukan upaya menekan impor bahan baku obat. Salah satunya melalui Permenkes Nomor 17 Tahun 2017. Salah satu isinya mengharuskan Penyediaan obat dan alat kesehatan oleh pemerintah atau swasta untuk kebutuhan masyarakat harus mengutamakan sediaan farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.


"Bahwa untuk bahan baku Insya Allah 2021 impor bahan baku akan turun 15,44%. Sehingga impor bahan baku di 2021 jadi 80%," tambahnya.

Agusdini juga mengomentari tentang penanaman modal asing (PMA) di sektor farmasi yang turun 25% di 2018 menjadi Rp 2,36 triliun. Menurutnya catatan BKPM itu berbeda dengan apa yang dicatat Kemenkes.

"Sebenarnya dari pengurusan sertifikat distribusi kita bisa tahu investasi dalam hal perluasan pabrik, bangun lab dan lainnya. Itu mungkin belum dilaporkan ke BKPM. Kita ada nilai capai Rp 54 triliun investais industri farmasi di Indonesia," ujarnya.



Simak Video "Ada 2 WN Singapura di Balik Kasus Impor Limbah 87 Kontainer"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com