Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Jul 2019 17:57 WIB

Bulan Depan Pemasok Swasta Harus Lapor ke Bulog untuk Ikut Bansos

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Perum Bulog akan ditunjuk Kementerian Sosial untuk menjadi manajer penyediaan atau manajer supplier di program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sehingga, untuk pembagian dan distribusinya, semua akan dikoordinasikan oleh Bulog.

"Bulog bisa ditunjuk sebagai manajer suplai, atau manajer penyediaan untuk program BPNT. Jadi untuk mengkoordinir di setiap wilayah," tutur Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Dalam hal ini, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog lah yang mengakomodir mekanisme penyaluran bantuan pangan di e-warong yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Nanti Bulog yang jadi koordinator untuk distribusi beras ke e-warong, nanti kadivre itu yang jadi koordinator untuk penyaluran beras ke e-warong," ungkap Agus.


Sehingga, Bulog yang juga menyalurkan beras ke e-warong atau program BPNT juga dapat mengundang pihak swasta yang mau berpartisipasi.

"Bulog nanti juga bisa berperan sebagai manager supplier di seluruh wilayah. Bulog juga bisa mengundang partisipasi dari swasta, dari perusahaan-perusahaan lokal, saya kira ada political will dari Bulog untuk itu," kata Agus.

Agus mengatakan, saat ini pihaknya telah mempercayai Bulog untuk menyalurkan berasnya untuk menutupi 100% kebutuhan BNPT. Namun, pembahasan teknisnya masih dibahas oleh Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) per daerah.

"Saya kira kita sekarang sedang diarahkan dengan undang Kadinsos seluruh Indonesia untuk menindaklanjuti. Sekarang teknisnya sedang dan akan dibahas setelah ini. Kami arahkan Bulog bisa 100% untuk menyalurkan beras Bulog ke e-warong. Kami tentu berani ambil kebijakan itu karena kami percaya bahwa Bulog akan mampu mensuplai beras-beras dalam kualitas yang baik. Sehingga kepentingan dan pelayanan kepada KPM (Keluarga Peneriman Manfaat) juga tetap terjaga. Kira-kira ini yang akan kami rumuskan secara detail dan teknis," jelas Agus.

Agus menuturkan, apabila rapat teknis antara dinsos dengan divre Bulog telah mendapatkan hasil, maka tak perlu menunggu 1 bulan untuk mengimplementasi peran Bulog sebagai penyalur besar di program BPNT dan juga sebagai manajer suplai.

"Secepatnya, secepat mungkin. Ini kan setelah selesai ini (pembahasan teknis penyaluran beras BPNT), baru kami tindak lanjuti. Tidak usah nunggu sebulan, kalau ini sudah selesai bisa langsung, terlalu lama kalau sebulan," paparnya.


Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) pun menyambut baik hal tersebut. Ia menyatakan, pihaknya siap menerima arahan pemerintah.

"Ini luar biasa, saya terima kasih dengan Pak Menteri Sosial. Ini lah gambaran program pemerintah yang saya yakin bisa berjalan dengan baik. Ini saya siap, menunggu arahan Pak Menteri," terang Buwas.

Simak Video "Mentan Curhat Pernah Difitnah Terima Gratifikasi Pabrik Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com