Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Jul 2019 12:20 WIB

Lagi-lagi Rokok Jadi Faktor Utama Penyumbang Kemiskinan RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Tingkat kemiskinan Indonesia per Maret 2019 tercatat turun ke 9,41% dari September 2018 sebesar 9,66%. Dengan demikian, masih ada 25,14 juta orang miskin di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan harga rokok kretek filter menjadi faktor utama penyumbang kemiskinan. Harga rokok memiliki andil terhadap kemiskinan 11,38% di pedesaan dan di perkotaan 12,22%.

"Rokok ini terus naik, inflasi dari rokok ini naik. Rokok naik kok nggak ada yang complain ya. Pelan-pelan ini naik kontribusi rokoknya meningkat di kota 12,22% di desa 11,36% kalau dibandingkan posisi Maret dan September," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).


BPS juga merilis beberapa komoditas yang memiliki sumbangan besar terhadap kemiskinan, di antaranya beras, rokok kretek, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, gula pasir hingga tempe dan tahu.

Beras memiliki andil sebesar 20,59% terhadap kemiskinan di perkotaan dan 25,97% di pedesaan. Kemudian diikuti rokok 12,22% dan 11,36%, telur ayam ras 4,26% dan 3,53%.


Selanjutnya daging ayam ras dengan andil 3,83% dan 2,20%, mie instan 2,40% dan 2,18%, gula pasir 2,06% dan 2,89% serta tempe 1,65% dan 1,54%.

Kemudian untuk komoditas bukan makanan yang menyumbang ke angka kemiskinan antara lain perumahan, BBM, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.


Lagi-lagi Rokok Jadi Faktor Utama Penyumbang Kemiskinan RI


Simak Video "Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Jokowi: Kita Harus Syukuri"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com