Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Jul 2019 12:49 WIB

Boediono: Jangan Tunggu Krisis Baru Sibuk Cari Solusi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Boediono mengatakan seluruh pejabat Indonesia jangan cepat lelah dalam berinovasi membenahi kondisi perekonomian tanah air. Apalagi, Indonesia pernah mengalami krisis.

Meski Indonesia sudah terbebas dari jerat krisis ekonomi pada 1980 dan 1997. Boediono menyebut, pemerintah harus tetap berinovasi dalam menjaga bahkan meningkatkan perekonomian nasional.

"Kalau kita pada masa tahun good years jangan terninabobokan oleh keadaan. kita harus terus mencoba untuk melangkah lebih maju lagi secara fundamental," kata Boediono saat acara ramah tamah Hari Pajak di kantor pusat DJP, Jakarta, Senin (15/7/2019).

"Perlu jadi bagian pemikiran kita ke depan. Jangan menunggu ada krisis, baru sibuk cari solusi," tambah dia.


Boediono menceritakan, Indonesia pernah berjaya ketika harga komoditas melonjak tinggi. Namun, karena perkembangan zaman terjadi guncangan pada perekonomian global yang menyebabkan harga komoditas anjlok.

Hal itu jelas memukul sumber penerimaan negara yang selama ini dikumpulkan oleh pajak. Pada saat itu, pemerintah berhasil mengumpulkan penerimaan dari sektor non migas. Salah satunya berkat kebijakan pemerintah mereformasi sektor perpajakan.

Setelah itu, ekonomi Indonesia kembali dilanda krisis pada 1997. Menurut Boediono, krisisnya lebih parah dibandingkan penurunan harga komoditas. Di mana, produk domestik bruto (PDB) turun 16%, tingkat pengangguran tinggi, dan harga pangan melonjak tinggi.

"Oleh sebab itu, ini jadi pelajaran kedua. kalau ada krisis, tanganilah sebaik mungkin dan sedini mungkin dengan preventive action dan menghitung dampak kalau opsi ini ada, maka opsi mana paling riskan," jelas dia.


"Ambil opsi dengan risiko total minimal meskipun dengan biaya yang lebih besar, tapi bisa mengurangi ketidakpastian dari dampak suatu krisis," sambungnya.

Simak Video "Warga Bolivia Kekurangan Makan dan Bensin"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com