Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Jul 2019 13:53 WIB

RI akan Punya Kota Kreatif Seluas 5.000 Ha

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan membangun kota kreatif. Kota kreatif tersebut nantinya akan menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, pembangunan kota kreatif ini rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 5.000 hektare (Ha) yang sudah disiapkan dan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kita bekerja sama dengan BUMN dengan luas 5.000 hektare (Ha). Kota tersebut nantinya akan disebut BCD, Bekraf Creative District," kata Triawan dalam acara sosialisasi Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional (Rindekraf), di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Kemudian, ia menuturkan lokasi BCD tak jauh dari Jakarta. Namun, Triawan enggan menyebut lokasi tepatnya guna menghindari spekulan tanah.

"Ini suatu kegiatan yang akan kami lakukan disuatu daerah yang tidak jauh dari Jakarta. Tapi kami belum bisa sebutkan kotanya, karena nanti takutnya harga tanahnya bakalan melejit naik," tutur dia.

Triawan juga mengatakan, rencananya pembangunan BCD ini akan dimulai tahun depan. Lalu, waktu tempuh dari Jakarta ke BCD hanya memakan waktu satu jam.


"Kami juga mulai tahun depan, akan mulai segera menjalankan kegiatan kota kreatif yang benar-benar terencana, yang jaraknya hanya satu jam dari Jakarta," jelas Triawan.

Untuk pendanaannya sendiri, BCD rencananya akan didanai oleh swasta. Artinya, tak akan menggunakan APBN dalam jumlah besar.

"Pendanaannya swasta, kita tentu sebagai badan harus ada dana ya untuk mengembangkan. Tali sebagian besar dari swasta," paparnya.

Triawan memproyeksikan, dana pembangunan kota kreatif tersebut bisa melebihi Rp 100 triliun.


"Bisa lebih (dari Rp 100triliun-red). Bukan dari pemerintah loh," ungkap Triawan.

Nantinya, dalam kota kreatif tersebut akan dibangun kawasan ekonomi untuk sub sektor kuliner, fesyen, kriya musik, film, dan gim.

"Nanti akan ada 6 sub sektor, ada kuliner, fashion, kriya, film, musik, dan games," sebutnya.

Lalu, untuk pembagiannya akan disesuaikan dengan kebutuhan lahan. Selain untuk kawasan ekonomi 6 sub sektor tersebut, dalam kota kreatif ini juga akan dibangun perumahan dan sekolah.


"Nanti 5.000 Ha itu di wilayah yang sama, tapi ada plot 1000 Ha di sini, 600 Ha di sini, tapi itu kita kombinasi dengan perumahan, sekolah. Misalnya ada seorang arsitek atau musisi yang mau tinggal di sana, tentu mereka kalau sudah punya anak, anaknya sekolah di mana? Hal-hal seperti ini perlu dipadukan dengan pengembangan sebuah kota yang lengkap," imbuh dia.

Kemudian, Triawan mengatakan dengan adanya kota kreatif ini dapat meringankan beban Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia dalam menopang pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Itu cita-cita kita, cita-cita Bapak Presiden, punya kota kreatif yang terpadu di dalamnya untuk meringankan beban. Untuk memiliki fasilitas itu satu hal, tapi untuk menarik pelaku ekonomi kreatif dari Jakarta dan kota-kota lain ke sana, itu hal lain. Karena itulah harus dipersiapkan segala hal tentang kehidupan di kota tersebut," ucap Triawan.

Triawan yakin, pembangunan kota kreatif yang akan menajamkan fokus Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif ini bisa memberikan kontribusi besar untuk perekonomian Indonesia.

"Gini saja, dengan situasi yang ada saja ya dari semua pusat kreatif di daerah, apalagi disentralisasikan di sana. Dan juga dekat dengan pelabuhan dan segala macam akan cepat prosesnya," tandasnya.

Simak Video "Wawancara IKKON-Tol Jadi Trending, Triawan Beri Penjelasan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com