Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Jul 2019 15:46 WIB

Harga Cabai di Brebes Tembus Rp 60.000/Kg

Imam Suripto - detikFinance
Foto: Imam Suripto/detikcom Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Brebes, Jawa Tengah, tembus Rp 60.000/kilogram (kg) Kenaikan ini dipicu pasokan cabai di sejumlah sentra produksi mengalami penurunan akibat musim kemarau.

Pantauan di Pasar Induk Brebes pada Senin (15/7/2019) siang, harga komoditas ini rata rata sudah berada di atas Rp.50 ribu. Untuk jenis cabai merah besar biasa, saat ini harganya Rp 60.000/kg. Cabai merah keriting Rp 55 ribu per kilo, Rawit merah Rp 60.000/kg, dan rawit hijau Rp 68.000/kg.

Aminah (60) pedagang sayur di Pasar Induk Brebes mengaku, kenaikan harga cabai dimulai sejak Lebaran. Sebelum Lebaran, harga komoditas ini masih berada pada angka Rp 20.000 sampai Rp 30.000/kilogram.

"Sejak lebaran kemarin sudah mulai naik. Dulu harganya itu masih Rp.20 ribu sampai Rp.30 ribu, tapi sekarang sudah naik jadi Rp.50 ribu sampai Rp.60 ribu sekilonya," beber Aminah.


Kenaikan harga cabai ini terjadi secara bertahap. Yuli (35) pedagang cabai lainnya mengatakan, awalnya, kenaikan harga pada angka Rp 3.000/kg. Beberapa hari berikutnya kembali naik pada kisaran Rp 5.000/kg hingga akhirnya menyentuh pada angka Rp 50.000 sampai Rp 60.000.

Dampak dari naiknya harga, selain jumlah konsumen mengalami penurunan, banyak dari mereka yang memilih cabai kering. Meski harga per kilo hampir sama, konsumen lebih melirik cabai kering karena lebih pedas dan volumenya lebih banyak.

"Cabai kering sekarang lebih diminati. Terutama untuk semua makanan seperti rendang dan sayur lain. Sementara kalau cabai segar hanya untuk bikin sambal saja," terang Yuli.

Meskipun harga cabai tengah melambung, pedagang ini mengaku tidak menikmati kenaikan harga tersebut. Alasannya, seiring dengan kenaikan harga cabai omset penjualanya berkurang draatis.

"Kemarin kemarin sebelum naik itu sehari bisa menjual minimal 25 kilo. Sekarang bisa menjual 15 kilo saja sudah bagus. Alasannya ya itu, harga naik jadi mereka lebih memilih mengurangi cabai," tuturnya.


Sementara, Sukma Fitriawan Prasetyo, Kasi Perdagangan Paerah dan Metrologi Dinas Koperasi dan UMKM Brebes saat dikonfirmasi menjelaskan, kenaikan harga hampir terjadi di tiap pasar tradisional. Untuk kenaikan, Sukma menyebut pada kisaran Rp.10 sampai Rp.20 ribu tiap jenis cabai.

Dari pantauan tiga pasar tradisional besar di Brebes, menurut Sukma, kenaikan harga itu tidak sama meski selisihnya tidak tinggi. Tiga pasar tersebut masing masing Pasar Induk Brebes, Bumiayu dan Ketanggungan.

Di Pasar Induk Brebes, cabai besar biasa harganya Rp 60.000, sedangkan di Pasar Bumiayu dan Ketanggungan Rp.50 ribu per kilo. Harga cabai besar keriting di Pasar Induk Brebes, Rp 55.000, dan di pasar Bumiayu serta Ketanggungan Rp 50.000/kg.

Cabai merah di Pasar Bumiayu, dan Ketanggungan Rp 50.000, namun di Pasar Induk lebih mahal yakni Rp.60 ribu. Cabai rawit di pasar Bumiayu dan Ketanggungan Rp.58 ribu sementara di Pasar Induk Rp.68 ribu.

"Selisih harga ini karena faktor biaya transportasi. Kebanyakan sentra di daerah dekat pasar Bumiayu dan Ketanggungan jadi lebih murah," ungkap Sukma.

Kenaikan harga ini, menurut laporan harian yang diterima Dinkop UMKM Brebes, mulai terjadi sejak akhir Juni sampai awal Juli. Penyebabnya adalah musim kemarau sehingga pasokan cabai dari sentra produksi mengalami penurunan.

Simak Video "Harga Cabai di Kendari Meroket, Tapi Tetap Dicari"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com