Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Jul 2019 15:27 WIB

Revisi UU Ketenagakerjaan versi Pengusaha: Upah hingga Outsourcing

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi/Foto: AFP/Juni Kriswanto Ilustrasi/Foto: AFP/Juni Kriswanto
Jakarta - Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani bicara terkait revisi UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003. Rosan mengatakan revisi ini dilakukan untuk kepentingan pengusaha dan membuat tenaga kerja lebih kompetitif.

"Kita sudah komunikasi dengan berbagai kementerian untuk memperbaiki UU Tenaga Kerja no. 13, tidak hanya untuk kepentingan pengusaha tapi juga untuk kepentingan competitiveness," kata Rosan dalam diskusi Indef, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (16/7/2019).


Rosan mengatakan setidaknya ada enam poin yang perlu direvisi mulai dari upah, pesangon hingga outsourcing. Masukan tersebut diharapkan bisa diberikan dalam waktu dekat.

"Mengenai revisi UU Ketenagakerjaan memang kita diskusikan ada enam poin mulai dari upah, pesangon, kemudian kesejahteraan pekerja, kemudian ada outsourcing, ada enam poin lah. Diharapkan kita bisa memberikan masukan itu pada akhir minggu ini," kata Rosan usai diskusi.


Rosan mengatakan pihaknya sudah melakukan diskusi dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Rosan mengatakan enam poin yang dibahas sedang disempurnakan, menurutnya aturan ini dapat mendukung kesejahteraan tenaga kerja dan menjaga iklim usaha.

"Ya kita sudah bertemu (Kemnaker) kita fokuskan enam poin itu untuk penyempurnaan sehingga bisa diterima semua pihak. Bagaimana kesejahteraan tenaga kerja meningkat dan iklim investasi tetap baik," ucap Rosan.



Revisi UU Ketenagakerjaan versi Pengusaha: Upah hingga Outsourcing


Simak Video "Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan, Buruh Gelar Aksi di Depan Istana Merdeka "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed