Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Jul 2019 15:55 WIB

Jokowi Mau Buka Pintu Investasi Seluas-luasnya, Ini Kata Pengusaha

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan RoeslaniFoto: Vadia Lidyana/detikFinance Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan RoeslaniFoto: Vadia Lidyana/detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa dalam periode keduanya memimpin Indonesia, pemerintahannya akan akan fokus membuka peluang investasi masuk seluas-luasnya.

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menanggapi hal tersebut, menurutnya, investasi memang perlu ditingkatkan. Pasalnya, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai cukup besar.

"Investasi memang harus ditingkatkan semaksimal mungkin ya, kontribusi pertumbuhan (ekonomi) itu 33-35% dari investasi," papar Rosan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (16/7/2019).


Harapan Rosan, semakin banyak investasi produktif ke industri padat karya dan berorientasi ekspor. Pasalnya, penciptaan lapangan kerja juga dinilai Rosan menjadi pekerjaan utama yang harus diselesaikan.

"Investasi yang masuk ke Indonesia harapannya berupa investasi yang punya dampak padat karya dan orientasi ekspor. Karena PR kita utama salah satunya ciptakan lapangan pekerjaan," ungkap Rosan.

Menurut Rosan, pemerintah harus melakukan reformasi birokrasi agar investasi ke Indonesia meningkat dan tidak tertinggal dari negara lain.

"Kalau tidak melakukan reformasi di segala bidang bisa-bisa investasi kita tertinggal. Negara lain itu juga benahi perizinan, dari segi koordinasi dan kepastian hukum serta perpajakan," kata Rosan.


Bukan cuma birokrasi, produktivitas tenaga kerja juga harus digenjot, pasalnya dua hal tersebut adalah pertimbangan utama untuk para investor masuk. "Jadi ya birokrasi dan productivity, salah satu yang jadi concern dari para investor yang masuk," tambahnya.

Rosan menilai untuk produktivitas ketenagakerjaan pun masih kurang. Selama ini menurutnya, wacana yang berembus hanya mengenai upah naik bagi tenaga kerja, bukan bagaimana untuk meningkatkan produktivitas.

"Di satu sisi kita jarang bicara productivity tenaga kerja kita, tapi kenaikan upah selalu meningkat. Sehingga makin lebar produktivitas tenaga kerja," kata Rosan.


Jokowi Mau Buka Pintu Investasi Seluas-luasnya, Ini Kata Pengusaha


Simak Video "Dapat Tugas Tambahan Urus Investasi, Luhut: Ya Terima Saja"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com