Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Jul 2019 17:49 WIB

Faisal Basri: Pemerintah Sekarang Mendikte Model Bisnis

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Faisal Basri (Foto: Ari Saputra/detikcom) Foto: Faisal Basri (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pemerintah di era periode kedua Jokowi ingin mendorong perkembangan industri tanah air. Bermacam insentif disiapkan, termasuk insentif pajak.

Namun menurut Pengamat Ekonomi Faisal Basri apa yang dilakukan pemerintah justru mendikte pelaku industri. Sebab insentif yang diberikan tidak ada yang gratis. Belum lagi sering terjadinya perubahan kebijakan.

"Pemerintah sekarang mendikte model bisnis. Misalnya saya bikin industri hulu dapat insentif pajak. Tapi itu akan hilang kalau tiba-tiba bebas impor untuk produk hulu. Ya sudah pasti pabrik yang saya bangun nggak jalan karena aturannya berubah. Jadi yang bikin pening justru regulasi," ujarnya dalam acara diskusi di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Kemudian yang paling terbaru adalah rencana pemerintah memberikan pajak gede-gedean untuk pelaku industri yang investasi dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta penelitian.



Insentif ini dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010. Dalam aturan ini, Jokowi memberikan diskon paling tinggi hingga 300%.

Menurut Faisal kebijakan itu juga tidak akan berjalan dengan baik. Sebab belum tentu pelaku industri mau melakukan investasi di bidang SDM. Lagi pula menurutnya butuh upaya yang lebih besar bagi pelaku industri yang ingin mendapatkan investasi itu.

"Jadi sumber masalah dari pertumbuhan yang terkendala adalah regulasi dan institusi. Misalnya saya nih industri mau mengembangkan vokasi. Kemudian saya ajukan ke Kemnaker atau Kemeneku. Lalu dianalis dulu, nanti ada kunjungan lapangan. Untuk rapat satu hari kunjungan lapangan setidaknya butuh 2 tahun kadang 3 tahun. Sampai 2024 Jokowi selesai ya nggak selesai-selesai," tutupnya.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com