Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Jul 2019 18:09 WIB

Pak Jokowi, Kemendag dan Kemenperin Disarankan 'Rujuk' Lagi

Danang Sugianto - detikFinance
Gedung Kementerian Perdagangan/Foto: Ari Saputra Gedung Kementerian Perdagangan/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kinerja Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan selama periode pertama Kabinet Kerja dianggap kurang maksimal. Banyak kebijakan yang dianggap saling bertentangan.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri menilai harus ada perombakan di dua kementerian itu. Bahkan menurutnya jauh lebih baik jika Kemenperin dan Kemendag disatukan kembali.

"Saya harapkan (Kemenperin dan Kemendag) disatukan kembali," ujarnya dalam acara diskusi di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Menurut Faisal salah satu sebab yang membuat kinerja kedua kementerian itu tidak maksimal adalah posisi menteri yang diisi dari kalangan politik. Sehingga kebijakan yang dibuat selalu berbau politik.



Untuk itu dia menyarankan agar saat digabungkan, kementerian itu dipimpin dari kalangan profesional. Dia menyarankan agar posisi itu diisi oleh Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri.

"Sesekali dipegang akademisi, Chatib Basri paling cocok. Kalau soal Kemenperindag, Chatib Basri lahir batin paham persoalan ini," tegasnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman pun sependapat akan hal itu. Sebagai pelaku dunia industri dia mengaku sering merasakan adanya benturan kebijakan.

"Saya setuju karena kadang-kadang kebijakannya tidak bisa dipisahkan arahnya. Kalau pun masih dipisahkan harus tetap sinkron. Selama ini ada hal yang kadang satu kanan satu kiri. Kita (pelaku industri) di tengah," ujarnya.

Untuk sosok menteri Adhi mengaku tidak mempersoalkan dari kalangan manapun. Baginya yang terpenting adalah sinkronisasi kebijakan.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com