Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Jul 2019 21:35 WIB

Bujangseta Sudah Dikembangkan Petani Jeruk Banyuwangi

Muhammad Aminudin - detikFinance
Foto: Panen Jeruk di Batu Malang (Muhammad Aminudin/detikFinance) Foto: Panen Jeruk di Batu Malang (Muhammad Aminudin/detikFinance)
Kota Batu - Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu sentra jeruk di Indonesia yang telah menerapkan teknologi Bujangseta. Harapannya, seluruh petani jeruk dalam negeri menerapkan teknologi ini. Karena dengan Bujangseta, jeruk memiliki kualitas premium dengan biaya produksi cukup murah.

"Banyuwangi sudah menerapkan Bujangseta. Nantinya, seluruh sentra jeruk dalam negeri mengikuti teknologi ini. Dan produksi jeruk nasional bertambah, karena panen bisa sepanjang tahun," ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fadjry Djufry saat Bincang Asyik Pertanian Indonesia (BakPIA) di Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Jalan Raya Tlekung, Kota Batu, Jumat (19/7/2019).

Dikatakan, teknologi Bujangseta secara bergulir akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Balitjestro Tlekung sendiri telah menyebar satu juta bibit bebas penyakit, yang bisa dilakukan penanaman dengan teknologi Bujangseta.

"Tentunya, nanti akan disebar ke semua sentra produksi jeruk dalam negeri. Untuk sementara Banyuwangi yang sudah menjalankan teknologi ini," kata Fadjry.


Produksi jeruk nasional saat ini hanya mencapai 2,2 juta ton. Dengan Bujangseta, produksi jeruk akan berlipat ganda, sehingga mampu mendukung kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Program pengembangan tanaman jeruk, lanjut dia, akan diutamakan pada jenis keprok untuk substitusi impor dan kebutuhan pasar dalam negeri.

Karena, konsep Bujangseta adalah jeruk dapat berbuah sepanjang tahun (off season) dan menghasilkan buah bermutu premium yang seragam, citarasa sesuai pasar (manis dan asam), kulit buah mulus dengan harga memadai.

"Dengan teknologi Bujangseta, kualitas premium yang diinginkan pasar bisa terpenuhi. Stok juga akan melimpah, dengan masa panen bisa setiap saat," terang Fadjry.

Ditambahkan, dengan Bujangseta, keuntungan dari petani akan meningkat karena mendapatkan harga bagus dengan masa panen yang dapat diatur.


Bujangsetanisasi seperti yang dilakukan di Kabupaten Banyuwangi bisa direplikasi di tempat lain. Pelaksanaannya mudah, karena tergantung kemauan petani dan dukungan dari pemerintah daerah setempat.

"Dalam mendukung teknologi Bujangseta, penataan kelembagaan menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan," ungkap Fadjry. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed