Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jul 2019 11:47 WIB

Harga Cabai di Purworejo Terus Melejit, Warga Kelimpungan

Rinto Heksantoro - detikFinance
Foto: Harga Cabai di Purworejo Melejit (Rinto Heksantoro/detikFinance) Foto: Harga Cabai di Purworejo Melejit (Rinto Heksantoro/detikFinance)
Purworejo - Harga cabai di Purworejo, Jawa Tengah terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir bahkan hingga 3 sampai 4 kali lipat. Pembeli pun mengeluh dan tak bisa berbuat banyak karena harus tetap mengkonsumsinya sehari-hari meski mahal.

Tentrem (50), salah satu pedagang di pasar tradisional Kemiri, Kecamatan Kemiri, Purworejo, menuturkan jika kenaikan harga cabai tersebut terjadi sejak dua pekan terakhir. Lonjakan tertinggi dialami oleh cabai rawit yang tembus hingga Rp 70.000 per kilogram padahal sebelumnya hanya Rp 20.000. Untuk cabai merah biasa saat ini pedagang menjualnya dengan harga Rp 55.000 padahal sebelumnya hanya Rp 25.000 per kilogram.

"Iya, sekarang mahal. Cabai rawit ini saya jual Rp 70.000 padahal sebelumnya Rp 20.000 per kilo. Kalau yang merah biasa Rp 55.000 sebelumnya Rp 25.000, yang cabai hijau besar Rp 20.000 sebelumnya cuma Rp 12.000, yang cabai merah keriting juga naik jadi Rp 60.000. Sudah sekitar dua mingguan ini naiknya," kata Tentrem ketika ditemui detikcom di pasar tradisional Kemiri, Senin (22/7/2019).


Meski harga cabai naik drastis, Tentrem menambahkan, namun untuk bawang merah dan bawang putih harganya justru turun. "Bawang merah dan bawang putih malah turun harganya, bawang merah sebelumnya Rp 26.000 sekarang jadi Rp 18.000 sedangkan bawang putih dari Rp 30.000 sekarang Rp 24.000 per kilogram," lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ponisih (48) salah satu pedagang sembako di pasar induk Kutoarjo, Purworejo. Harga cabai yang terus melonjak, menurutnya dikarenakan pasokan dari petani berkurang. Tak hanya cabai, harga buah ketimun pun mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat.

"Biasanya kan dari daerah Ketawang lokalan sini cabainya, ini sekarang pasokannya sedikit sekali bahkan sudah jarang, terus ambil dari Wonosobo juga sama, sedikit yang panen
makanya jadi mahal. Timun juga ikut naik, biasnya Rp 10.000 dapat 3 kilogram lha ini sekarang Rp 10.000 cuma dapat sekilo tapi ya tetap laku karena yang punya stok timun juga cuma saya ini, pedagang lain nggak ada," tutur Ponisih.


Sementara itu, seorang pembeli Haryati (65) hanya mampu membeli cabai rawit Rp 1.000 saja hanya untuk keperluan secukupnya. Meski sempat terjadi perdebatan kecil antara dirinya dan penjual cabai, akhirnya ia tetap dilayani walau hanya mendapatkan beberapa buah cabai rawit saja.

"Mau beli banyak kan mahal, ya seperlunya saja saya beli seribu masa tadinya nggak boleh. Ini akhirnya boleh beli seribu dapat beberapa aja lah lumayan," katanya.

Simak Video "Harga Cabai di Kendari Meroket, Tapi Tetap Dicari"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com