Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jul 2019 14:33 WIB

Penurunan Suku Bunga BI Diyakini Genjot Investasi Semester II

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah menyambut baik sikap Bank Indonesia (BI) yang melakukan pelonggaran kebijakan. Suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate turun 25 bps menjadi 5,75%.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, penurunan suku bunga acuan bisa berdampak pada realisasi investasi. Dia yakin, investasi akan bergairah setelah suku bunga turun.

"Kenaikan suku bunga memang kemudian suka tidak suka muncul dampaknya ke investasi. Jika dilihat investasi agak melemah dibandingkan akhir tahun yang waktu itu mendekati 7%," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Pada kuartal I-2019 realisasi investasi hanya mencapai Rp 195,1 triliun. Angka itu hanya tumbuh 5,3% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara pertumbuhan investasi di kuartal I-2018 pertumbuhannya mencapai 11,8%.


"Dengan penurunan suku bunga dan direction yang akan terjadi dan improvement dan perbaikan dari sisi investasi, kita berharap investasi akan bisa pickup lagi di semester kedua," tambah Sri Mulyani.

Dari sisi pemerintah, tambahnya, juga berupaya mendorong realisasi investasi dengan mengeluarkan beberapa kebijakan. Seperti sederet insentif pajak.

Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan investasi di 2019 akan mencapai 6%. Target itu sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia.

"Kemarin semester I menurun lagi di 5,0%, jadi kita akan tingkatkan. Di semeter II diharapkan momentum naik. Tentu sebenarnya tahun lalu mendekati 5,09% jadi kita berharap bisa meningkat di 6%," tutupnya.



Penurunan Suku Bunga BI Diyakini Genjot Investasi Semester II


Simak Video "Hati-hati! Uang Mahar Nikah Jangan Dilipat"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed