Dividen BUMN Naik 100 Persen, Tak Ada Privatisasi Tahun 2006

Dividen BUMN Naik 100 Persen, Tak Ada Privatisasi Tahun 2006

- detikFinance
Selasa, 18 Okt 2005 14:25 WIB
Jakarta - Mulai tahun depan, BUMN-BUMN harus bekerja keras. Pemerintah berniat menggenjot setoran dividen tahun 2006 hingga dua kali lipat. Sementara privatisasi akan ditiadakan."Insya Allah tahun depan kami janji dividen BUMN naik 100 persen dari Rp 11 triliun menjadi Rp 23,5 triliun," kata Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu usai rakortas di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (18/10/2005).Peningkatan dividen akan didorong dari BUMN-BUMN besar, seperti Pertamina dan Telkom.Said menegaskan, meskipun pay out ratio BUMN diturunkan bervariatif dari 50 persen hingga 10 persen, namun dividen tetap naik. Pay out ratio merupakan rasio dividen terhadap laba."Saya turunkan pay out ratio pun dividen naik. Jadi berikanlah kepercayaan kepada kami untuk meningkatkan keuntungan BUMN. Jangan lagi dibebankan untuk menjual, karena keuntungannya bisa bertambah Rp 12,5 triliun," ujar Said.Peningkatan dividen ini merupakan program Kementerian BUMN untuk meningkatkan provitisasi daripada privatisasi. Artinya, dengan dinaikkannya dividen 100 persen, tidak perlu lagi dilakukan privatisasi atau penjualan BUMN.Menurut Said, privatisasi hanyalah upaya untuk menaikkan nilai perusahaan, bukan untuk menutup defisit APBN. "Defisit adalah pilihan," tegasnya.Dijelaskan Said, target dividen dalam RAPBN 2006 dalam nota keuangan sebesar Rp 12,5 triliun, ditambah privatisasi Rp 4,5 triliun, sehingga total Rp 17 triliun. Dengan kenaikan setoran dividen Rp 23,5 triliun, berarti setoran dari BUMN ada kelebihan Rp 6,5 triliun. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads