CT: Sukses Bukan Sesuatu yang Mudah, Semua Harus Diperjuangkan

CT: Sukses Bukan Sesuatu yang Mudah, Semua Harus Diperjuangkan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 05 Sep 2026 19:15 WIB
Chairmen CT Crop, Chairul Tanjung saat menjadi pembicara di acara Lampung Financial Festival 2026
Chairmen CT Crop, Chairul Tanjung/Foto: Tommy Saputra
Jakarta -

Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung menegaskan bahwa kesuksesan merupakan hak semua orang. Namun kesuksesan tidak mudah untuk diraih dan diperlukan perjuangan.

"Sukses adalah hak semua orang. Nggak peduli latar belakangnya. Boleh anak presiden, boleh bukan anak siapa-siapa. Boleh anak orang kaya, boleh anak orang yang tidak berpunya. Semua punya kesempatan untuk menjadi sukses, tetapi sukses itu bukanlah sesuatu yang mudah. Semua harus diperjuangkan. Tidak seperti membalik telapak tangan. Dia harus diperjuangkan dengan susah payah," kata pria yang akrab disapa CT ini dalam acara Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (5/9/2026).

Untuk membantu generasi muda meraih kesuksesan, CT membagikan tips untuk menjadi sukses seperti dirinya. Setidaknya ada 10 kunci sukses versi Chairul Tanjung yang disebutnya dengan 'CT Way'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumusan ini adalah rumusan yang bisa membawa Anda menjadi sukses tanpa melewati proses seperti yang saya alami. Semua akumulasi ini saya kontras yang namanya CT dari Chairul Tanjung, Way atau Jalan. CT Way," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Pertama, yakni memulai usaha dengan niat yang baik. Sebab menurut bos CT Corp ini, suatu pekerjaan apapun harus dimulai dengan niat yang baik untuk memberikan hasil yang baik juga.

"Segala sesuatu, agama kita mengajarkan mulailah dengan niat baik. Setuju? Sepakat? Jadi kalau mau mulai usaha, harus mulai dengan niat baik. Jadi jangan mulai usaha niatnya mau nipu, mau ngebohongin orang, itu nggak barokah," ujar CT.

Kedua, melihat dan menangkap peluang. Dalam hal ini ia menyebut melihat peluang sangat penting untuk mengetahui apa saja yang bisa dilakukan untuk meraih keuntungan. Tentu bukan hanya sekedar melihat peluang itu saja, namun langsung menangkapnya.

"Orang yang mampu melihat peluang dan menangkap peluang, disebut pengusaha, disebut entrepreneur. Sifat entrepreneurship itulah yang namanya mampu melihat peluang dan mampu menangkapnya," kata CT.

"Kalau seandainya kita lihat peluangnya itu nggak ada, terus kita harus ngapain? Kita harus mampu menciptakan peluang itu. Jadi, kalau kita lihat peluang-peluangnya nggak ada, kita harus ciptakan peluang itu," sambungnya.

Tips sukses ketiga, paham bahwa uang bukan modal utama. Bahkan, menurut CT dirinya sudah membuktikan memulai suatu usaha tanpa dengan uang, melainkan dengan usaha dan modal lainnya.

"Modal harus punya, tapi tidak semata-mata uang. Alhamdulillah kalau punya uang, Alhamdulillah mempermudah, tapi kalau nggak punya uang, jangan putus asa. Karena uang bukan segala-galanya," ucap CT.

Lalu, yang keempat adalah 'buy the future with the present value'. Dalam hal ini, juga penting untuk membaca peluang ke depannya. Dengan begitu, bisa membeli masa depan dengan harga sekarang dan mendapatkan keuntungan.

"Saya kasih contohnya. Kalau kita tahu, tadi soal saham misalnya, kalau kita tahu bahwa saham perusahaan A akan lima tahun lagi, akan sepuluh kali lipat dari sekarang, kalau kita beli sekarang, itu kita akan sukses apa nggak?" papar CT.

Kelima, yakni menjadikan kegagalan sebagai sahabat baik. Keenam, kerja keras, pantang menyerah, detail tidak kompromi terhadap hasil akhir, disiplin, dan perfeksionis.

Kemudian nilai CT Ways yang ketujuh yakni percaya pada intuisi. Menurutnya intuisi adalah sesuatu yang rasional berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pribadinya. Kedelapan, yakni mengambil keputusan, cari solusi, bukan masalah.

Sementara poin kesembilan, pragmatisme dan idealisme, bukan minyak dan air yang artinya kedua hal ini harus berjalan dengan seimbang. Jika benar berjalan, pada akhirnya akan mencapai poin CT Way yang kesepuluh yakni mencari keberkahan Tuhan.

"Kalau pragmatis itu lebih kepada keuntungan diri sendiri dan lain sebagainya. Idealis lebih kepentingan masyarakat, jangka panjang dan lain sebagainya. Nah ini harus digabungkan. Nah ujungnya adik-adikku sekalian, kita harus memulai sesuatu dari niat baik. Betul? Dan terus kita harus berusaha abis-abisan, ujungnya apa? Cari keberkahan Tuhan," tegasnya.

(igo/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads