Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Jul 2019 15:47 WIB

Jelang Idul Adha, 'Hotel Kerbau' Rp 500 Ribu/Bulan Laris Dipesan

Wikha Setiawan - detikFinance
Foto: Wikha Setiawan
Jepara - Ada istilah unik di Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sebagai desa peternak kerbau. Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, kandang-kandang milik peternak berubah menjadi 'Hotel Kerbau' untuk tempat penitipan hewan kurban.

Istilah 'Hotel Kerbau' muncul karena banyak orang yang menitipkan kerbaunya hingga hari penyembelihan kurban.

"Nah, mulai lah muncul istilah hotel kerbau," ujar Wakil Ketua Kelompok Peternak Makmur, Mursalin, Kamis (25/7/2019)


Desa Guwosobokerto, lanjutnya, merupakan desa peternak kerbau. Kandang-kandang milik peternak sendiri berjejer layaknya petak-petak kamar, memanjang dari utara ke selatan. Berdekatan dengan sawah dan Kali Bom. Lokasi kandang sendiri, berjarak satu kilometer (km) dari permukiman warga.

"Untuk tarif hotel kerbau (penitipan) sekitar Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu sebulan, sampai kemudian diambil. Itu untuk membeli pakan dan perawatan," paparnya.

Untuk saat ini, di desa tersebut ada 60 peternak dengan jumlah kerbau mencapai 450 ekor. Selama di 'hotel', kerbau tersebut diberi makan dan dimandikan di sungai 4 kali sehari.

"Mandinya empat kali, pagi, siang, sore dan nanti malam mulai jam delapan. Tujuannya, selain agar tubuh kerbau tidak panas, juga sekalian membuang kotoran. Jadi kerbau lebih bersih, karena di kandang tak buang air besar," tuturnya.


Sementara Baroji, seorang peternak mengatakan kerbau peliharaannya telah laku lima ekor, jelang Idul Adha. Harganya berkisar antara Rp 17 juta-25 juta. Aktivitas jual beli di desa itu sudah mulai ramai sejak akhir bulan Mei 2019.

"Aktivitas jual beli sudah ramai bulan-bulan inilah (puncaknya). Sebulanan ini. Diperkirakan mendekati kurban yang terjual bisa sampai 45 hingga 50 ekor. Harga termurah Rp 17 juta yang termahal sampai Rp 50 juta. Tapi yang jadi favorit pembeli ya kerbau dengan harga maksimal Rp 25 juta," ujarnya.

Menurutnya, pembeli kerbau kebanyakan berasal dari Demak, Kudus dan warga lokal Jepara.

"Selain Hari Raya Idul Adha, pembeli kerbau biasanya untuk hajatan nikah dan lain-lain," tandasnya.

Simak Video "Adu Kerbau Untuk Naikkan Harga, Rantepao"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com