Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Jul 2019 18:35 WIB

Waduh! Ekspor Biodiesel ke Uni Eropa Kena Bea Masuk 18%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Istimewa/Kementerian Pertanian Foto: Istimewa/Kementerian Pertanian
Jakarta - Biodiesel Indonesia yang diekspor ke negara-negara Uni Eropa akan dikenakan bea masuk 8-18% oleh Komisi Eropa. Bea masuk ini dikenakan pasalnya Komisi Eropa menganggap eksportir biodiesel Indonesia telah mendapatkan insentif ekspor besar-besaran dari pemerintah.

Dilansir dari Reuters, Kamis (25/7/2019), empat eksportir biodiesel asal Indonesia yang akan dikenakan bea masuk yaitu Ciliandra Perkasa dengan bea masuk 8%, Wilmar Group 15,7%, Musim Mas Group 16,3%, dan Permata Group 18%.

Awalnya, Badan Biodiesel Eropa (European Biodiesel Board) mengeluhkan persoalan ekspor biodiesel antisubsidi dari Indonesia. Maka dari itu, sejak September 2018 Komisi Eropa melakukan penyelidikan antisubsidi.


Hasil penyelidikan tersebut, otoritas Uni Eropa mengklaim bukti atas pemberian bantuan subsidi dari pemerintah berupa insentif pajak besar-besaran terhadap ekspor CPO dan juga turunannya.

Meski begitu, tarif bea masuk ini masih bersifat sementara. Pasalnya, otoritas Uni Eropa masih akan menunggu hasil penyelidikan menyeluruh dari Komisi Eropa mengenai subsidi besar-besaran di empat eksportir tersebut. Hasil penyelidikan ini targetnya harus selesai pada 4 Januari 2020. Sehingga, otoritas negara-negara Uni Eropa dapat menetapkan peraturan bea masuk terhadap biodiesel Indonesia.

Tentunya, hal ini merupakan 'tamparan' kedua dari Uni Eropa kepada Indonesia. Sebelumnya, Uni Eropa sendiri menyatakan bahwa minyak kelapa sawit Indonesia tak bisa digunakan sebagai bahan bakar energi terbarukan.



Waduh! Ekspor Biodiesel ke Uni Eropa Kena Bea Masuk 18%


Simak Video "Bea-Cukai Pasar Baru Binasakan Barang Terlarang, Ada Senjata Api!"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com