Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Jul 2019 15:10 WIB

'Jalur Tikus' Ponsel Black Market Masuk RI Dibongkar

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi/Foto: GettyImages Ilustrasi/Foto: GettyImages
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan membongkar pintu masuk ponsel black market (BM) yang selama ini bertebaran di pasar Indonesia.

Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan salah satu akses masuknya ponsel ilegal tersebut lewat Selat Malaka.

"Selat Malaka dan biasanya kita tangkap di pesisir Sumatera," kata Heru kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (26/7/2019).


Masuknya ponsel ilegal ke tanah air, kata Heru, menggunakan kapal berkecepatan tinggi yang tentunya sudah dimodifikasi. Kapal tersebut sengaja dirancang agar tidak terkejar oleh kapal patroli milik Bea Cukai.

"Volume terbanyak melalui high speed craft yang secara khusus dimodifikasi sehingga kecepatannya di atas 60 knot untuk menghindari kapal patroli kita," jelas dia.

Heru pun menyambut baik langkah pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bahu-membahu merumuskan aturan International Mobile Equipment Identity (IMEI).


Menurut Heru, aturan itu nantinya akan memberantas keberadaan ponsel ilegal yang berada di tanah air.

"Makanya saya selalu bilang meskipun mereka ekstremnya masih bisa lolos dari pengawasan dari Bea Cukai toh akhirnya nggak bisa pakai karena IMEI-nya nggak terdaftar," ungkap dia.


Tonton juga video Topreneur soal tentang bisnis daur ulang sampah berikut ini:

(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com