Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 27 Jul 2019 18:15 WIB

Jembatan Timbang Akan Dilengkapi Alat Deteksi Truk 'Obesitas'

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Jembatan timbang di Indonesia akan dilengkapi dengan alat yang bisa mendeteksi pelanggaran truk yang over dimensi alias truk 'obesitas'. Sebanyak 13 jembatan timbang sudah dilakukan uji coba untuk percontohan tahun ini.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi saat meninjau pemotongan bak truk over dimensi milik PT Tunas Muda di Madukoro Semarang. Ia menyebut 73 jembatan timbang sudah dibekali dengan metode pengukuran terkait over dimensi, 23 diantaranya diujicoba selama 13 hari dengan sistem online yang bisa mengetahui apa saja pelanggarannya.

"73 jembatan timbang sudah dibekali dengan pola metode tidak hanya pengukuran tapi juga edukasi kalau over dimensi harus dipotong," kata Budi, Sabtu (27/7/2019) sore.

Ia menyebut dari 23 jembatan timbang yang diuji coba, terpantau 70 persen pelanggaran yaitu over loading yang berpotensi pada over dimensi. Kemudian pelanggaran lainnya terkait dokumen mulai STNK hingga dokumen perjalanan.


"Dari 23 jembatan timbang yang diuji coba 13 hari, hampir 70 persen masih pelanggaran over loading, potensi over dimensi," tegasnya.

Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Rizal Wasal menjelaskan sebanyak 13 jembatan timbang di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi menjadi percontohan penerapan teknologi yang memantau jika ada pelanggaran dimensi dari kendaraan yang ditimbang. Hasilnya akan dikoordinasikan kepada kepolisian untuk penindakan.

"Kita lengkapi alat tambahan, tidak memantau hanya berat, tapi juga dimensi mulai panjang, lebar dan tinggi. Akan keluar tanda dan akan terfoto, bukti lengkap. Begitu terlihat plat nomornya akan keluar semua data panjang, lebar, milik siapa," jelas Rizal.

"Percontohan ada 13 jembatan timbang," imbuhnya.


Sementara itu Budi Setyadi menambahkan, selain perketat pengawasan, ia berharap pemilik usaha angkut mematuhi peraturan. Ia pun mengapresiasi langkah Pemilik PT Tunas Muda, Jefri Hendratno yang mulai mencicil memotong 300 bak truk yang biasa digunakan untuk mengangkut motor.

"Ini dilakukan pemotongan (bak) untuk logistik motor, ada kelebihan panjang 2 meter, terimakasih pak Jefri," kata Budi.

"Panjang maksimal untuk truk engkel 12 meter, yang lain yaitu trailer 14,5 meter," imbuh Direktur Sarana Transportasi Jalan, Sigit Irfansyah.

Sementara itu Jefri menjelaskan tidak masalah dengan itu karena dari Astra Honda Motor menyesuaikan tarifnya karena dulu bisa angkut 70 motor kini 44 motor per unit truk. Jefri pun sudah siap menambahkan armada truknya.

"Astra sudah ada kebijakan, menyesuaikan dengan dimensi. Saya ada total 300 truk, ya bertahap (pemotongan)," jelas Jefri.

Simak Video "Ingin Melintasi Jalur Nasional Bandung-Cimahi? Waspadai Lubang Galian Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com