Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Jul 2019 18:12 WIB

Investasi Masih Terpusat di Jawa, Daerah Lain Ogah Dilirik?

Trio Hamdani - detikFinance
Ilutrasi pabrik di Jawa Barat/Foto: Grandyos Zafna Ilutrasi pabrik di Jawa Barat/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Sasaran lokasi investasi sepanjang Januari-Juni atau semester I-2019 masih didominasi Pulau Jawa. Realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 218,1 triliun atau memegang porsi 55,1%.

Sedangkan di luar Pulau Jawa sebesar Rp 177,5 trilliun atau memegang porsi 44,9%. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan pemerintah mendorong investasi agar lebih merata ke luar Pulau Jawa.

Sebagai contoh adalah industri di Morowali, Sulawesi Tengah, serta Weda Bay, Maluku Utara.

"Contohnya smelter nikel di Morowali dan Weda Bay. Pada dasarnya Sulawesi Tengah sampai Maluku ini sentra produksi, sentra ekspor untuk nikel dan turunannya. Jadi kita pasti bantu apa saja yang bisa kita bantu untuk terus melestarikan perkembangan di sana," kata Lembong dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/7/2019).


Berikutnya adalah mendorong sektor pariwisata. Dari 10 Bali baru yang dikembangkan pemerintah, ada empat yang jadi super prioritas, dan tiga di antaranya di Luar Jawa.

"Di pariwisata, kita fokus pada tempat seperti Labuan Bajo dan tentunya yang diumumkan presiden, dari 10 Bali baru ada yang super prioritas, yakni Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo dan Borobudur," jelasnya.

Dia mencontohkan Labuan Bajo, di mana atas gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PM Singapura Lee Hsien Loong, membentuk Indonesia-Singapore Business Council (ISBC). ISBC dipimpin Kepala Economic Development for Singapore dan Kepala BKPM.


"Itu ada pelaku perhotelan yang sedang mengembangkan resort, investasi pariwisata di Labuan Bajo, Komodo. Upaya BKPM dorong investor di luar Pulau Jawa," ujarnya.

Melalui pariwisata di daerah-daerah luar Pulau Jawa juga diharapkan mampu menarik devisa dari luar negeri melalui sektor jasa.

"Satu contoh dari ekspor jasa adalah pariwisata. Setiap kali ada wisatawan internasional atau wisman datang ke Indonesia mengeluarkan atau konsumsi dengan rupiah, itu adalah devisa hasil ekspor jasa," tambahnya.

Simak Video "Koleksi Sneakers, Investasi Kekinian Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com