Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Agu 2019 13:47 WIB

Beli Emas di Pegadaian Lebih Murah dari Antam, Kok Bisa?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta - PT Pegadaian (Persero) melalui layanan tabungan emas menjual emas dengan harga yang lebih murah dibandingkan Antam. Harga beli emas di layanan tabungan emas Pegadaian sebesar Rp 655.000/gram dan harga jualnya Rp 676.000.

Sedangkan, harga emas Antam hari ini Rp 702.500/gram, dan harga buyback hari ini Rp 631.000/gram.

Lalu, apa yang membuat harga emas di Pegadaian lebih murah?

"Harga emas kami kan lebih murah dari harga yang ada di luar, sebut saja harga Antam atau harga yang lain. Kenapa murah? Karena harga Pegadaian belinya satu kilogram emas. Tapi kalau kalian beli yang 0,5-1 gram itu ada ongkos cetak, nah itu yang membuat lebih mahal. Makanya kalau kalian mau beli untuk investasi, bukan pajangan, beli di Pegadaian lebih murah," jelas Direktur TI dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono dalam acara Ngopi Pagi Bersama BUMN di The Gade Coffee and Gold, Gedung Sinergi 8 Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (1/8/2019).


Teguh menjelaskan, nasabah bisa mendapatkan keuntungan layaknya investasi emas lainnya. Mereka bisa mendapatkan keuntungan ketika menjual lebih tinggi dari harga beli atau sesuai harga emas pada saat itu.

"Untungnya itu didapat kalau beli berapa, kalau pas jual berapa, namanya capital gain," ujar Teguh.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, biaya administrasi yang dikenakan Pegadaian untuk tabungan emas pun masih terjangkau, dan biaya administrasi di luar biaya titip emas pun hanya dilakukan sekali.

"Kita cuma kasih biaya administrasi sekali, biaya titip ada tapi hanya Rp 30.000. Kalau mau jual emas tidak dikenakan biaya," jelas Kuswiyoto.


Biaya administrasi awal untuk tabung emas di Pegadaian hanya Rp 10.000. Sedangkan, biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp 30.000.

Lalu, meskipun saat ini harga emas masih tinggi, menurut Teguh justru pembelinya pada bulan Juni 2019 masih ada peningkatan. Namun, memang beberapa waktu terakhir ini terutama setelah lebaran user Pegadaian lebih banyak yang melakukan buy back.

"Penjualannya masih stabil ya. Memang banyak juga yang buyback. Tapi pembeli pada bulan Juni 2019 ada kenaikan," terangnya.

Gold Card

Pegadaian mau mengembangkan layanannya dengan meluncurkan Gold Card bagi nasabah yang menabung emas atau menitipkan emas di Pegadaian. Gold Card ini nantinya berfungsi layaknya kartu debit sekaligus kredit.

"Barang siapa memiliki tabungan emas di Pegadaian kami akan memberikan Gold Card. Jadi kita bisa belanja dimana saja menggunakan Gold Card dengan basis tabungan emas di Pegadaian. Nanti ada ATM-nya, pelayanannya pun akan sama dengan perbankan," kata Kuswiyoto.

Pada kesempatan yang sama, Direktur TI dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono mengatakan, pihaknya akan segera meluncurkan Gold Card tahun ini.

"Kami lagi kembangkan, insyaallah tahun ini pasti keluar, selesai," ujar Teguh.

Teguh mengatakan, ada beberapa hal yang masih berproses sehingga Gold Card belum bisa diluncurkan. Pertama, yaitu menentukan fisik kartu. Kedua, menentukan fungsi Gold Card sebagai kartu debit atau kredit. Ketiga, pihaknya sedang mempertimbangkan apakah mau mengajukan izin sendiri kepada OJK atau bekerja sama dengan lembaga keuangan yang sudah punya izin OJK.

"Kita sedang menentukan, kartunya mau kartu fisik atau kartu paper yang seperti biasa itu, kita masih pertimbangkan. Kedua kita sedang pertimbangkan apakah mau debit card atau credit card, sedang kita gali. Dan mungkin kita akan kerja sama dengan yang sudah punya license. Gold Card itu perlu izin OJK. Sedang kita bahas apakah kita mau menerbitkan izin sendiri atau kerja sama dengan yang sudah punya license. Itu dalam proses," terang Teguh.

Perbedaannya Gold Card dengan kartu debit yaitu tak ada pengurangan saldo tabungan secara langsung. Nantinya, di akhir bulan pada saat tagihan keluar maka nasabah Pegadaian dapat membayar dengan menjual tabungan emas ke Pegadaian kembali, atau menggadaikan emas tersebut.

"Kartu debit kan kas, kalau ini emas. Bedanya, kalau kartu debit kan selalu mengurangi saldo. Kalau ini tidak begitu, bisa jadi nanti ketika akan bayar tidak harus dari situ, bisa jadi langsung mengurangi emasnya, bisa juga menggadaikan emasnya. Bisa juga ambil loan, ambil pinjaman. Jadi modelnya lebih keren dari debit maupun credit card. bedanya di situ," paparnya.


Sedangkan, perbedaan Gold Card ini dengan kartu kredit yaitu ada simpanan emas. Pasalnya, kalau kartu kredit dapat melakukan pinjaman tanpa harus ada simpanan layaknya tabungan emas di Pegadaian.

"Kalau credit card kan kalian nggak punya apa-apa. Kalau Gold Card itu kalian punya simpanan emas. Jadi under lying-nya itu jelas. Maka dari itu Gold Card ini hanya diterbitkan bagi orang yang punya tabungan emas di Pegadaian atau yang titip emas di Pegadaian," imbuh dia.

Saat ini, Pegadaian sendiri telah membentuk kerja sama dengan beberapa fintech yang sudah memiliki izin OJK. Kerja sama ini dilakukan untuk mengembangkan aplikasi fintech dalam OJK sendiri.

"Memang kita akan ke sana (membuat fintech). Kita akan kerja sama dengan Investree dan juga beberapa fintech yang sudah license OJK. Dan kita sudah punya direct loan dengan dia (Investree). Kita akan buat start up dalam Pegadaian, kita akan masuk ke sana. Kita sudah jalan dengan fintech yang sudah punya license di OJK. Insyaallah awal bulan depan sudah ada yang selesai," tandasnya.

Simak Video "Menikmati Dessert Durian Berbalut Emas 24 Karat, Mau?"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com