ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Agu 2019 17:24 WIB

Nggak Cuma di Sinetron, Tukang Bubur Bisa Benaran Naik Haji

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Bandar Aldandani/Getty Images Foto: Bandar Aldandani/Getty Images
Jakarta - Pegadaian saat ini punya layanan Arrum Haji sejak tahun 2016. Peminatnya cukup tinggi, sudah ada 40.000 nasabah Pegadaian yang menggunakan layanan Arrum Haji.

Berbeda dengan bank syariah, calon haji harus menabung hingga Rp 25 juta untuk mendaftar dan mendapatkan porsi haji atau masuk dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Sedangkan dengan Arrum Haji ini, nasabah yang punya tabungan emas minimal 3,5 gram di Pegadaian dapat memperoleh pembiayaan haji sebesar Rp 25 juta.

"Kalau punya tabungan emas setara dengan 3,5 gram emas atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 2 juta maka Pegadaian bisa memberikan dana talangan untuk haji. 3,5 gram emas, Rp 25 juta kami kasih," kata Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Ia menjelaskan, angsuran untuk membayar pinjaman Rp 25 juta tersebut maksimal hanya sebesar Rp 22.000 per hari, tergantung berat emas yang dimiliki nasabah dalam tabungannya. Apabila emasnya semakin banyak, maka angsuran per harinya bisa lebih murah. Dengan jangka waktu angsurannya maksimal 5 tahun.

"Satu hari angsurannya hanya Rp 22.000 itu paling mahal, itu kalau dia punya 3,5 gram. Kalau dia punya 5 gram lebih murah lagi. Angsurannya maksimal lima tahun. Tapi kami fleksibel, bisa lebih cepat," jelas Kuswiyoto.


Ia mengibaratkan, tukang bubur yang mau naik haji hanya perlu menyisihkan tiga mangkuk buburnya dalam sehari untuk naik haji.

"Sekarang tukang bubur kalau mau naik haji tidak perlu mimpi lagi. Kalau di Pegadaian tukang bubur naik haji bukan sinetron. Dengan menyisihkan 3 mangkuk buburnya selama 5 tahun itu paling lama ya, yang bersangkutan bisa naik haji. Jadi bukan mimpi lagi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan Damar Latri Setiawan memaparkan, Pegadaian juga mau membuka layanan arrum umroh beberapa bulan ke depan. Pasalnya, menurut Damar minat masyarakat Indonesia untuk umroh sangat besar.

"Potensi umroh sekarang ini, kan masyarakat menunggu haji lama. Jadi mereka ingin ke tanah suci dengan segera. Paling tidak dengan umroh. Peminat umroh di Indonesia luar biasa sekali. Sehingga Pegadaian memfasilitasi masyarakat untuk mengikuti arrum umrah. Jadi pembiayaan dalam waktu cepat dan terpercaya karena kita BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Insyaallah 1-2 bulan lagi (arrum umroh) sudah launching," tutur Damar.

Namun, ia belum menyebutkan berapa pinjaman yang akan ditawarkan kepada nasabah Pegadaian untuk arrum umroh ini.

"Karena belum jadi, kami belum bisa kasih keterangan." pungkasnya.



Simak Video "Wah, Ada Rumah Indah Berlapis Emas di Palu"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com