Sri Mulyani Kritik Hasil Anggaran Pendidikan Tak Maksimal

Sri Mulyani Kritik Hasil Anggaran Pendidikan Tak Maksimal

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 10 Agu 2019 09:30 WIB
Sri Mulyani Kritik Hasil Anggaran Pendidikan Tak Maksimal
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di DPR/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengkritik anggaran pendidikan yang menurutnya hingga kini belum memberikan hasil signifikan. Selama 10 tahun terakhir alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN dan tiap tahun jumlahnya meningkat terus.

"Karena 10 tahun mengadopsi 20% namun hasilnya tidak seperti di Vietnam, dari berbagai macam tes yang kita dapatkan tidak memuaskan seperti yang kita harapkan, anggaran tetap dialokasikan," kata Sri Mulyani saat diacara Seminar Nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Berikut pernyataan Sri Mulyani seputar anggaran pendidikan yang belum memberikan hasil maksimal:

Teguran Pertama Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Erwin Dariyanto/detikcom
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sri Mulyani Indrawati menyinggung anggaran pendidikan saat menjadi pembicara kunci sekaligus meresmikan pembukaan acara seminar di DKI Jakarta. Sri Mulyani tidak sungkan menyebut bahwa anggaran pendidikan yang jumbo namun hasilnya minim.

Pada Kamis (1/8/2019), mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan anggaran pendidikan belum mampu berkontribusi besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dia pun mengaku sempat menegur Mendikbud Muhadjir Effendy.

"Anda telah meningkatkan pengeluaran yang sangat drastis dalam sepuluh tahun terakhir, tetapi tidak melihat ada kaitannya dengan kualitas," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Kritik Lagi Hasil Anggaran Pendidikan

Foto: Erwin Dariyanto/detikcom
Tidak lama berselang tepatny kemarin Jumat (9/8/2018), Sri Mulyani lebih tajam lagi mengkritik capaian sektor pendidikan tanah air. Bahkan dia bilang, kualitas SDM nasional tertinggal oleh Vietnam.

"Karena 10 tahun mengadopsi 20% namun hasilnya tidak seperti di Vietnam, dari berbagau macam tes yang kita dapatkan tidak memuaskan seperti yang kita harapkan, anggaran tetap dialokasikan," kata Sri Mulyani saat diacara Seminar Nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Kualitas pendidikan Indonesia berdasarkan PISA (Programme for International Student Assesment) Test, kata Sri Mulyani kalah dengan negara tetangga seperti Vietnam. Padahal, posisi alokasi anggarannya sama-sama 20% dari total APBN.

Pada tahun 2019 jumlah anggaran untuk pendidikan mencapai Rp 492 triliun, anggaran bidang kesehatan Rp 123 triliun, dan juga berbagai kebijakan yang menyangkut SDM, apakah menyangkut dana desa dan dari kementerian lembaga lain.

Selama ini, Sri Mulyani bilang penggunaan dana pendidikan banyak tersebar ke beberapa pos, seperti guru, sertifikasi, hingga operasional sekolah yang tersentralisasikan kepada pemerintah daerah.

Salah satu evaluasi, kata Sri Mulyani dilakukan dengan adanya fokus peningkatan kualitas SDM oleh Presiden Jokowi pada lima tahun ke depan di periode kedua sebagai Kepala Negara.

Sehingga, sasaran pengalokasian dana pendidikan yang sebesar 20% dari total APBN bisa dimanfaatkan untuk yang umun maupun khusus seperti vokasional.

Anggaran Pendidikan Harus Tepat Sasaran

Sekolah rusak/Foto: Antara Foto/Seno
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun pernah menggelar pertemuan. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu tanggal 23 Januari 2019.

Berdasarkan agenda Kemendikbud, pertemuan berlangsung sejak 13.30 WIB. Muhadjir turun dari ruang pertemuan sekitar 15.35 WIB.

Muhadjir menerangkan pertemuannya dengan Sri Mulyani membahas anggaran pendidikan 2019, yang mana penggunaannya akan dikawal sehingga termanfaatkan dengan optimal.

"Terutama untuk memastikan anggaran pendidikan itu termanfaatkan sesuai rencana, mencapai target, terlebih khusus lagi terutama dana transfer daerah yang jumlahnya di atas 63% dari total anggaran pendidikan. Itu lebih tepat sasaran lah," katanya, Rabu (23/1/2019).


Halaman 2 dari 4
(hek/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads