Harga Minyak di Bawah US$ 60
Jumat, 21 Okt 2005 13:34 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia turun drastis hingga di bawah level US$ 60 per barel. Turunnya harga minyak ini berkaitan dengan sirnanya kekhawatiran soal kecukupan BBM di AS yang merupakan konsumen terbesar.Harga minyak jenis light untuk Desember pada perdagangan Jumat (21/10/2005) dalam perdagangan elektronik Asia di New York Mercantile Exchange sempat menyentuh level US$ 59,65 per barel.Namun sesaat kemudian harga minyak kembali ke US$ 60 per barel, atau turun 2 sen dibandingkan penutupan perdagangan sebelum Kamis (20/10/2005).Pada perdagangan kemarin, harga minyak mentah untuk kontrak Desember juga sempat turun tajam hingga US$ 2,5 menjadi US$ 59,32 per barel sebelum akhirnya ditutup di level US$ 60,06 per barel.Sementara untuk kontrak November turun US$ 1,38 ke level US$ 61,03 per barel, yang merupakan level terendah sejak 30 Agustus.Dalam empat hari terakhir, harga minyak terus turun. "Situasinya sekarang betul-betul berubah sejak awal Oktober," kata Tetsu Emori, Chief Commodities Strategist Mitsui Bussan Futures di Tokyo seperti dilansir AP.Harga minyak tercatat mencapai puncaknya pada 30 Agustus lalu di level US$ 70,85 per barel akibat munculnya badai Katrina.Munculnya badai Wilma juga tidak membuat para pialang khawatir, karena pergerakan badai yang masuk kategori lima ini menjauhi fasilitas perminyakan AS di Teluk Meksiko."Harga minyak dapat turun hingga US$ 56,50 per barel dalam jangka pendek, jika dana investasi masuk ke pasar untuk penjualan besar-besaran," kata Ken Hasegawa dari perusahaan pialang di Tokyo, Himawari CX.
(qom/)











































