Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 11 Agu 2019 15:57 WIB

Idul Adha Bisa Tekan Inflasi? Ini Kata BI

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Perayaan Idul Adha dianggap mampu memberikan dampak terhadap laju inflasi sepanjang Agustus 2019. Dampak tersebut terhadap komponen volatile food atau harga bergejolak.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengatakan dampak Idul Adha pada laju inflasi karena kebutuhan daging di pasar bisa terpenuhi.

"Kalau kita merefleksikan Indonesia keseluruhan seperti BI, artinya akan makin banyak orang berkurban, akan makin menambah suplai daging dan itu tentu suatu hal yang sangat berpengaruh pada komponen inflasi di sektor pangan," kata Destry di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Minggu (11/8/2019).


Destry menilai, momen sakral Idul Adha juga bisa menurunkan harga daging di pasat. Sebab, pada momen tersebut banyak masyarakat yang kebutuhan akan daging terpenuhi.

"Mestinya dengan banyaknya kurban dan BI sendiri kurban di BI meningkat hampir 50 persen dari total tahun lalu. Artinya, daging yang didistribusikan ke market makin banyak, sehingga itu tentunya bisa mendorong penurunan harga daging juga, at least dari BI," ujarnya.

Sebelumnya, BI mencatatkan inflasi pada minggu pertama Agustus 2019 sebesar 0,12% secara bulanan. Sedangkan secara tahunan, inflasi tercatat 3,44%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan penyebab inflasi masih berasal dari cabai rawit yang menyumbang 0,05%, cabai merah 0,09%, perhiasan dan emas 0,04% hingga air minum 0,01%.

Memang dari data BI, harga cabai sejak Mei sampai Agustus ini masih mengalami kenaikan dan menyebabkan inflasi.

Perry menyampaikan selain inflasi, pada komoditas bahan pangan. Ada deflasi pada angkutan udara 0,04$, bawang merah 0,08% dan tomat sayur 0,04%.


Adapun, tiga langkah strategis yang disepakati untuk menjaga inflasi 2019 tetap berada dalam kisaran sasarannya adalah menjaga inflasi dalam kisaran sasaran, terutama ditopang pengendalian inflasi volatile food maksimal di kisaran 4-5%. Strategi ini dilakukan melalui empat kebijakan utama (4K) terkait Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Kemudian sesuai dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Nasional 2019-2021, kebijakan ditempuh dengan memberikan prioritas kepada Ketersediaan Pasokan dan Kelancaran Distribusi, yang didukung oleh ekosistem yang lebih kondusif serta ketersediaan data yang akurat.

Idul Adha Bisa Tekan Inflasi? Ini Kata BI


Simak Video "Jagal di Cimahi Meninggal Saat Hendak Sembelih Hewan Kurban"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com