Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Agu 2019 11:27 WIB

AirAsia Jual Tiket Murah, Kok Bisa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Dirut Air Indonesia AirAsia Dendy Kurniawan/Rachman Haryanto Foto: Dirut Air Indonesia AirAsia Dendy Kurniawan/Rachman Haryanto
Jakarta - AirAsia menjadi salah satu maskapai yang memberikan harga tiket murah. Bahkan, kalau mau dibandingkan dengan maskapai lain di Indonesia, AirAsia paling murah harga tiketnya.

Menurut Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan, pihaknya bisa memberikan harga tiket yang rendah ke masyarakat karena adanya efisiensi dalam biaya operasionalnya. Dendy menjabarkan maskapainya memiliki efisiensi biaya penerbangan per kilometer di bawah US$ 4 sen.

"Kami tekankan, cost available seat per kilometer kami di bawah US$ 4 sen. Itu hitungan efisiensinnya penerbangan, itu measurement alias parameter atau indikator untuk ketahui efisiensi airline, cost dia berapa per seat per kilometer," kata Dendy waktu berkunjung ke markas detikcom, Rabu (7/8/2019).

Bahkan, Dendy mengklaim pihaknya menjadi salah satu maskapai yang memiliki biaya operasional rendah se Asia Tenggara. "Kami masuknya salah satu terendah bahkan se-Asia Tenggara," tegasnya.


Dendy mengatakan salah satu yang membuat efisiensi AirAsia tinggi adalah penggunaan pesawat yang hanya satu jenis di seluruh penerbangannya. AirAsia hanya menggunakan Airbus, maintenance-nya pun menjadi simpel dan suku cadang yang dibutuhkan hanya sedikit.

"Kenapa rendah? Pertama Karena kami hanya operasikan satu jenis pesawat, Airbus. Dengan itu maintenance makin simple, sparepart jauh lebih sedikit," jelas Dendy.

Begitu juga untuk pilotnya, dengan penggunaan Airbus untuk semua penerbangan pilotnya pun hanya butuh satu lisensi penerbangan saja.

"Sertifikat pilot juga khusus untuk Airbus, meskipun punya kemampuan sama licence pilot Airbus kan berbeda sama merek lain. Jadi bisa dipangkas, cost kita lebih efisien lah," kata Dendy.


Kemudian, faktor lain keberhasilan AirAsia menekan biaya operasional adalah bekerja sebagai grup. AirAsia sendiri memiliki induk di Malaysia, dan tersebar di enam negara, mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, India, hingga Jepang.

"Kedua, kami kan AirAsia Indonesia grup besar AirAsia nih, ada 6 negara di Asia, Filipina, Malaysia, Thailand, India, Indonesia, dan Jepang. Dengan kami operasi as a group, economic of scalenya tercapai," kata Dendy.

Dia mencontohkan dalam pembelian pesawat saja, pihaknya pun bekerja sama. Misalnya dalam menawar pesawat, karena mereka menawar secara bersamaan dan dalam jumlah yang banyak posisi tawar AirAsia Group pun bisa mendapatkan harga pesawat lebih murah.

"Misal kita perlu pesawat nih, semua pakai Airbus, Indonesia butuh 5 misalnya, Filipina butuh 5, Thailand butuh 5. Kalau sendiri ke Airbus harga akan beda, kalau kita beli bareng sekali pesan banyak, nilai tawar kita bagus," kata Dendy.

"Lalu terkait masalah procurement karena work as a group, volume jadi tercapai kalau mau beli apa-apa, misalnya kita beli software technology karena kita bareng tadi akan jauh lebih murah dibanding investasi sendiri," tambahnya.

Terakhir, Dendy mengatakan pihaknya juga memaksimalkan fungsi pesawat. Dia menyatakan jam terbang pesawatnya cukup panjang dalam sehari, pesawatnya bisa terbang 12,4 jam per hari.

"Lalu sisi operasional sendiri kami memiliki tingkat kapabilisasi pesawat yang tinggi. Tingkat kapabilisasi kita 12,4 jam per pesawat per hari. Ini akan membantu, karena fix cost kami akan terbagi oleh pembagi yang lebih banyak karena sering digunakan," kata Dendy.

"Karena pesawat ini dipakai nggak dipakai kan bayarnya tetap sama, katakanlah sekian ribu US dollar kami sewa pesawat mau dipakai 1 jam, 10 jam sama aja gitu harganya," tambahnya.

Simak Video "Dampak Tiket Pesawat Mahal, Jasa Ekspedisi Ikut Naik"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com