Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Agu 2019 19:25 WIB

Jokowi Sindir Neraca Dagang Tekor, Ini Kata Sri Mulyani

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menggenjot kinerja sektor perindustrian, perdagangan, dan investasi demi membenahi permasalahan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

Hal itu juga merespon ungkapan Presiden Jokowi yang saat membuka ratas evaluasi pelaksanaan program mandatori biodiesel (B20) di kantor Presiden, Jakarta Pusat.

"Jadi apa yang disampaikan dan dilakukan strategi untuk mengurangi defisit itu melalui kebijakan-kebijakan industri, kebijakan perdagangan, kebijakan investasi itu yang akan kita dukung," kata Sri Mulyani di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8/2019).


Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun akan mendukung peningkatan pelaksanaan B20 yang akan menjadi B30 pada Januari 2020, dan meningkat kembali di akhir 2020 menjadi B50.

"Ya kan langkah-langkah sesuai yang tadi dijelaskan Pak Menko (Darmin). Kita siap untuk mendukung saja dari industri, perdagangan, investasi itu kan kunci," ungkap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali lagi menyinggung masalah defisit neraca dagang. Pernyataan ini disampaikan saat membuka rapat terbatas (ratas) mengenai evaluasi biodiesel 20% (B20).


Lewat penerapan program mandatori B20 atau pencampuran ekstrak minyak kelapa sawit (fame) dengan solar, Jokowi bilang pemerintah bisa menghemat impor minyak sebesar US$ 5,5 miliar selama satu tahun.

"Sehingga defisit neraca perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan kita akan semakin baik," kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Simak Video "95% SPBU Pertamina Sudah Salurkan B20"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com