ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Agu 2019 11:21 WIB

Ekspor Juli US$ 15,45 Miliar, Turun (Lagi) 5,12%

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno-detikFinance Foto: Sylke Febrina Laucereno-detikFinance
Jakarta - Ekspor Indonesia pada Juli 2019 tercatat US$ 15,45 miliar, turun 5,12% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, angka ekspor tersebut jika dibandingkan dengan Juni 2019 ada peningkatan 31,02%.

"Di sana migasnya alami peningkatan 115,19%, non migas nasik 25,33%. Kenaikan karena Juni merupakan Ramadan dan kita memiliki libur cuti bersama sehingga sepertiga kali kerja di Juni hilang, dan sekarang situasinya normal makanya signifikan," ujarnya di kantornya, Kamis (15/8/2019).

"Kita lihat pergerakan ekspor, tiga tahun berturut-turut idul fitri selalu Juni menukik, dan kembali naik di Juli, tapi posisinya belum pulih," jelasnya,


Ia mengatakan penyebab kenaikan ekspor secara bulanan itu dari sektor migas naik tinggi 115,19%. Kalau ditelusuri ke dalam terjadi karena kenaikan ekspor minyak mentah, kemudian ada kenaikan nilai hasil minyak terutama gas.

"Jadi kenaikan migas itu nilai hasil minyak 148,72%, gas 132,3%. Kalau year on year migasnya naik 13,35%," ucapnya.

"Untuk pertanian MtM dan YoY tumbuh menggembirakan, MtM tumbuh 50,16%, komoditas yang tumbuh di antara aromatik dan rempah, kopi, sarang burun, rumput laut. Kalau Yoy tumbuh 4,51% karena kenaikan ekspor biji kakao, cengkeh, sarang burung," tambahnya.


Ekspor Juli US$ 15,45 Miliar, Turun (Lagi) 5,12%


Simak Video "Anies Ungkap Beda Data Jumlah Penduduk antara PKK dan BPS"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com