Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Agu 2019 14:10 WIB

Neraca Dagang AS Tekor dengan RI, BPS: Semoga Trump Tak Perhatikan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus besar terhadap Amerika Serikat (AS). Selama Januari-Juli 2019 tercatat surplus US$ 5,17 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto berharap surplus neraca perdagangan Indonesia terhadap negeri Paman Sam tidak diketahui oleh Presiden AS Donald Trump.

Neraca dagang non migas Indonesia dengan beberapa negara masih surplus, kita dengan AS masih lebih tinggi dibandingkan posisi yang sama tahun tahun, surplus kita sekarang US$ 5,1 miliar ke AS," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

"Mudah-mudahan tidak diperhatikan presidennya. Karena bahaya kalau tahu perdagangannya defisit US$ 2 miliar lebih tinggi dibanding tahun lalu," tambahnya.


Berdasarkan catatan BPS, neraca perdagangan Indonesia terhadap AS pada tahun lalu surplus US$ 4,71 miliar. Pria yang akrab disapa Kecuk ini mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia juga surplus dengan India dan Belanda.

Neraca dagang Indonesia dengan India surplus US$ 4,24 miliar, sedangkan dengan Belanda surplus US$ 1,39 miliar. Seluruhnya merupakan realisasi kumulatif dari Januari-Juli tahun ini.

"Dengan India kita surplus, demikian juga Belanda," ungkap dia.



Simak Video "Setelah Tiga Tahun Renovasi, Monumen Washington Kembali Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com