Memang harga emas diprediksi akan terus mengalami kenaikan ke depan. Hal ini karena masih adanya ketidakpastian global mulai dari perang dagang, devaluasi Yuan, pemangkasan suku bunga di sejumlah bank sentral dan kondisi capital market yang bergerak fluktuatif.
CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan harga emas memang mengalami terus mengalami tren kenaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Assad, meskipun harga terus mengalami kenaikan. Masyarakat tetap bisa memiliki emas dengan cara yang mudah dan simpel.
Misalnya dengan investasi atau tabungan emas. Jadi membeli emas bisa dengan cara eceran mulai dari Rp 10.000. Ada dua jenis investasi emas yakni konvensional dan syariah.
Tamasia sendiri dalam proses penjualan menggunakan akad murabahah atau jual beli dan akad titipan atau wadiah.
Akad wadiah adalah titipan dari satu pihak ke pihak lain yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja yang menitipkan ingin mendapatkan kembali.
Sedangkan akad murabahah adalah perjanjian jual beli. Jadi nantinya barang bisa dijual dengan harga dan ditambah margin keuntungan yang sudah disepakati.
"Jadi kalau di Syariah itu kita tidak boleh menjual barang yang tidak kita miliki. Kalau syariah itu yang dijual ya ada barangnya, kalau konvensional kan nggak ada," imbuh dia.
Assad mengungkapkan pelanggan bisa melakukan jual beli emas Logam Mulia Antam mulai dari Rp 10.000 yang akan dikonversikan dengan gram sesuai dengan harga emas yang berlaku.
"Tamasia bekerja sama dengan Antam Emas juga memfasilitasi pelanggan untuk mencetak emas dengan pilihan ukuran 1, 5, 10, 25, 50, 100 gram. Emas tersebut dapat langsung dikirimkan langsung ke alamat pelanggan," jelas dia.
Baca juga: Emas Antam Dijual Rp 754.000/Gram |
(kil/fdl)










































