Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Agu 2019 11:20 WIB

Pengusaha Tolak Keras Impor Daging Ayam Brasil

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Yakub Mulyono Foto: Yakub Mulyono
Jakarta - Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (Arphuin) menolak rencana pemerintah yang hendak membuka keran impor daging ayam dari Brasil. Pemerintah mengambil langkah itu karena kalah di sidang sengketa World Trade Organization (WTO) dari Brasil.

"Arphuin menolak keras rencana pemerintah untuk impor daging ayam dari Brazil," ujar Kepala Bidang Hukum dan Humas Arphuin Cecep M Wahyudin dalam keterangan resminya, Jumat (16/8/2019).

Cecep mengatakan, impor ayam Brasil ini berpotensi besar dalam penyaluran ayam dari peternak dalam negeri hingga mengarah pada kehancuran.

"Berbagai elemen pelaku perunggasan menyatakan kekhawatirannya terhadap situasi ini sebab berpotensi besar menghancurkan peternakan unggas rakyat," kata Cecep.

Menurutnya, peternak unggas Indonesia sudah mampu menyuplai kebutuhan daging ayam yang berkualitas dan tentunya halal untuk masyarakat.

Tentunya, kata Cecep, kebutuhan daging ayam di Indonesia sendiri harus sesuai dengan latar belakang masyarakat Indonesia yang sebagian besar muslim, yakni membutuhkan daging ayam yang halal. Cecep mengungkapkan, seluruh peternak yang tergabung dalam Arphuin sudah mengantongi sertifikat halal.

"Seluruh anggota Arphuin mampu menyuplai kebutuhan daging ayam yang aman, sehat, utuh dan halal bagi seluruh masyarakat Indonesia. Seluruh rumah potong ayam (RPA) anggota Arphuin telah tersertifikasi halal dengan dilengkapi nomor kontrol veteriner dan memperhatikan aspek-aspek dari higienitas dan keamanan pangan. Selain itu, seluruh anggota Arphuin sangat memperhatikan sistem rantai dingin mulai dari fasilitas produksi hingga ke pelanggan atau konsumen," terang Cecep.


Ia juga menyatakan, Indonesia telah melakukan swasembada dalam produksi karkas ayam (ayam potong utuh). Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, potensi produksi karkas ayam sebanyak 3,38 juta ton yang diproyeksikan mumpuni untuk kebutuhan konsumsi sebanyak 3,05 juta ton.

"Indonesia telah swasembada dalam produksi karkas ayam. Berdasarkan data BPS, potensi produksi karkas ayam pada 2018 adalah 3,38 juta ton sementara proyeksi kebutuhannya hanya di angka 3,05 juta ton," papar dia.

Oleh karena itu, ia menuturkan bahwa impor ayam Brasil ini tidak dibutuhkan. Selain itu, ia menganggap impor ayam Brasil ini pun tidak memberikan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia.

"Artinya, impor daging ayam Brazil tidak diperlukan. Tak hanya itu, daging ayam impor juga tidak memberikan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia," tandasnya.

Sebagai informasi, Indonesia pernah digugat oleh Brasil perihal penolakan impor daging ayam. Brasil membawa permasalahan ini ke WTO pada 2014 lalu dan diputuskan memenangi gugatan pada 2017. Namun, karena Brasil menilai Indonesia masih belum juga membuka keran impor ayam untuk Brasil, mereka kembali menyeret masalah ini ke WTO Juni lalu.

Brasil membuka panel untuk menyelidiki kebijakan Indonesia mengenai impor unggas dari negaranya. Sebelumnya, daging ayam asal Brasil tidak bisa masuk Indonesia karena tidak memiliki sertifikasi sanitasi internasional serta sertifikat halal.



Simak Video "Kenali Jenis Potongan Olahan Sapi dan Kambing yang Pas"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed