Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Agu 2019 12:03 WIB

Mau Impor Daging Ayam Brasil, Pemerintah Harus Batasi Peredaran

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Edzan Raharjo/detikcom Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Jakarta - Pemerintah harus menerima impor daging ayam Brasil pasca kalah dalam sidang sengketa World Trade Organization (WTO). Hal tersebut meresahkan para peternak unggas dan rumah potong ayam (RPA) dalam negeri.

Namun, tak ada jalan lain yang dapat ditempuh demi menghindari impor daging ayam Brasil tersebut. Untuk itu, Kepala Bidang Hukum dan Humas Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (Arphuin) Cecep M Wahyudin membeberkan beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah dalam menghadapi kucuran daging ayam Brasil tersebut.

Pertama, yakni pemerintah harus menggaet para peternak ayam dan juga RPA dalam mengukur kuota impor daging ayam Brasil. Maksudnya, kuota impor ini harus disesuaikan dengan stok daging ayam dalam negeri. Dalam hal ini, Cecep mengatakan Arphuinlah yang mengetahui secara detil stok daging ayam Indonesia.

"Pemerintah penting menjadikan Arphuin sebagai elemen kontrol terhadap volume impor karena Arphuin lah yang mengetahui betul pasokan dan permintaan daging ayam di Indonesia dan jumlah stok di cold storage," kata Cecep dalam keterangan resminya, Jumat (16/8/2019).

Kedua, pemerintah harus membatasi segmen atau kelas-kelas pasar yang dapat dibanjiri daging ayam impor Brasil tersebut. Artinya, daging ayam impor Brasil ini tak dapat disalurkan terhadap seluruh pasar di Indonesia.

"Tak kalah pentingnya, pemerintah perlu membatasi segmen pasar yang bisa dimasuki oleh daging ayam impor tersebut," tegas Cecep.


Meski begitu, ia juga menyampaikan langkah-langkah yang dinilainya bisa mencegah daging ayam impor Brasil.

"Seluruh pemangku kepentingan perunggasan Indonesia harus bersinergi untuk bersama-sama menolak masuknya daging ayam Brazil. Pemerintah harus berkomitmen untuk menjaga kelangsungan dari industri perunggasan domestik karena ini adalah industri pangan strategis. Di saat yang sama, para pelaku perlu meningkatkan efisiensi produksi dan rantai pasok," papar dia.

Perlu diketahui, sebelumnya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, sudah tidak ada pilihan lain untuk keluar dari kewajiban tersebut karena Indonesia sudah kalah dari Brasil dalam sidang sengketa di World Trade Organization (WTO).

"Sekarang kalau tidak (impor) bagaimana? Ya kita sudah kalah di pengadilan, di WTO. Kita kalah itulah namanya dispute settlement, DS48 itu," ujar Enggartiasto usai meresmikan Indonesia Great Sale, di TangCity Mall, Tangerang, Rabu (14/8/2019).

Meski begitu, Enggartiasto mengatakan masih panjang tahapan yang harus dilalui Brasil untuk mengimpor daging ayamnya ke Indonesia. Brasil harus memperoleh sertifikat halal terlebih dahulu untuk memasukkan daging ayamnya ke Indonesia.

"Itu kan baru izin dulu, baru kita membuka dulu, tidak ada pilihan lain, tidak ada pilihan lain ya. Untuk itu masih panjang urusannya, dia (Brasil) harus dapat dulu sertifikat halal, halal tidak itu (daging ayamnya), masih panjang," terang pria yang biasa dipanggil Enggar itu.



Simak Video "Menipu Mata, Ternyata Hot Dog Ini Adalah Mie Ayam!"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed