Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Agu 2019 14:47 WIB

5 Jurus Jokowi Kendalikan APBN 2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan sejumlah strategi kebijakan fiskal yang akan dikeluarkan pemerintah pada 2020. Mulai dari menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja, hingga mencari sumber pembiayaan dengan hati-hati.

Sejalan dengan hal tersebut, kata Jokowi, kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah. Jokowi bilang, hal ini dilakukan untuk membuat APBN fokus dalam mendukung kegiatan prioritas.

"Sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama, yaitu pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera," kata Jokowi dalam Pidato Nota Keuangan 2020 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Kedua, kata Jokowi, yakni akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi.


"Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population," jelasnya.

Selanjutnya yang keempat, ialah penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. "Kelima, antisipasi ketidakpastian global," katanya.

Jokowi mengatakan, dengan fokus pada lima hal tersebut, maka defisit anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, atau sebesar Rp 307,2 triliun.

"Dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp 2.221,5 triliun, serta Belanja Negara sebesar Rp 2.528,8 triliun," tutupnya.



Simak Video "Sah! DPR Sepakati RAPBN 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed