Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Agu 2019 17:19 WIB

APBN 2020, Pemerintah Masih Gali Lubang Tutup Lubang

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Pemerintah menetapkan postur Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Dalam postur kali ini pemerintah masih melakukan gali lubang tutup lubang.

Pemerintah menetapkan asumsi penerimaan negara di 2020 sebesar Rp 2.221,5 triliun. Angka itu terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 1.861,8 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp 359,3 triliun dan penerimaan hibah Rp 0,5 triliun.

Untuk belanja negara ditetapkan sebesar Rp 2.528,8 triliun. Terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.670 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 858,8 triliun.


Dengan begitu defisit anggaran di 2020 sebesar Rp 307,2 triliun atau 1,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu turun dibanding APBN 2019 yang defisitnya mencapai Rp 310,8 triliun.

Meski defisit turun, namun pemerintah masih gali lubang tutup lubang karena realisasi keseimbangan primer di 2020 ditetapkan di angka Rp 12 triliun. Dengan kata lain, pemerintah masih berutang untuk membayar bunga utang.

"Keseimbangan primer masih sedikit defisit di Rp 12 triliun dan defisit total Rp 307,2 triliun. Di mana pembiayaan sama dengan defisit itu," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konfrensi Pers Nota Keuangan di gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (16/8/2019).


Walau begitu, defisit keseimbangan primer itu tercatat turun dibandingkan dalam APBN 2019 yang mencapai Rp 34,7 triliun.

Simak Video "Jokowi Beri Beasiswa hingga Kursus Pra-Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com